PPMC dan Anggota DPRD Sebut Banjir di Ciwandan Disebabkan Adanya Pagar KS?
HARIANBANTEN.CO.ID, CILEGON – Tepat di Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Cilegon ke-23, sejumlah wilayah dikabarkan terendam banjir, sejak Rabu, 27 April hingga Kamis, 28 April 2022.
Data sementara yang bersumber dari BPBD Kota Cilegon menunjukkan, sedikitnya terdapat 18 titik banjir yang tersebar di 3 Kecamatan diantaranya Kecamatan Citangkil, Kecamatan Cibeber, dan Kecamatan Jombang.
Selain menggenangi pemukiman, banjir juga merendam sejumlah ruas jalan utama di Kota Cilegon.
Seperti yang terpantau di Jalan Anyer-Ciwandan, dimana sejumlah kendaraan yang melewati jalan tersebut tidak dapat melintas karena terdapat genangan yang cukup tinggi.
Warga sekitar menuding, kondisi tersebut terjadi dikarenakan adanya pagar beton yang dibangun oleh PT Krakatau Steel, sehingga air yang biasanya langsung mengalir ke lahan kosong dibalik tembok tersebut menjadi tertahan dan menyebabkan genangan yang cukup tinggi.
Hal itupun mendapatkan perhatian dari Persatuan Perjuangan Masyarakat Cilegon (PPMC).
“Yang pertama Allah telah memperlihatkan kepada Silmy Karim, bahwa betul pagar itu bener telah memperparah kondisi banjir. Yang kedua saya mendesak kepada Walikota dan Ketua DPRD untuk segera dibongkar pagar tersebut karena memperparah banjir. Yang ketiga tidak sesuai dengan undang-undang sepadan jalan yang seharusnya jalan Nasional itu 25 meter dari median jalan. Kalau jalan Provinsi itu 15 meter. Jadi jelas melanggar undang-undang, jadi lebih baik pagar itu dirobohkan,” kata Mulyadi Sanusi atau yang akrab disapa Cak Moel.

Sementara Anggota DPRD Kota Cilegon, dapil Ciwandan-Citangkil, Muhammad Ibrohim Aswadi yang mengirimkan dokumentasi banjir di wilayahnya sampai menggenangi jalan nasional atau Jalan Raya Cilegon-Anyer. Sehingga perlu perhatian dari pemerintah pusat dan kepekaan pihak industri di Sekitarnya.
“Di beberapa RT 001/004 Link Pintu Air, Samangraya, Tegalratu kebanjiran akibat sungai meluap, curah hujan dari jalan raya airnya kembali ke pemukiman karena ada pagar KS yang baru didirikan,” ujar Ibrohim.
Anggota dewan yang juga aktifis lingkungan ini membeberkan soal adanya pembangunan pagar yang dilakukan perusahaan raksasa di kawasan Ciwandan yang baru beberapa bulan selesai didirikan, menjadi penyebab baru banjir.

“Pemagaran menjadi penyebab baru banjir yang menghambat aliran air ke laut lepas dari mulai Kelurahan Samangraya, Kubangsari hingga Tegal Ratu. Disamping di Kubangsari belum adanya tandon, disisi lain pembuangan aliran air ke willayah hilir laut lepas sarananya sedikit, ditambah dengan faktor penyebab baru yaitu pemagaran di sisi Jalan Anyer-Cilegon yang menghambat aliran air,” bebernya.
“PT KS dan group harus membuat terobosan sodetan baru dari arah Kubangwelut ke laut lepas. Dan sejauh ini optimalisasi anggaran 24 miliar tahun lalu dari Kementerian PUPR ke Pemkot Cilegon untuk mengatasi banjir mana efesiensinya? Imbuhnya.
Ibrohim juga menjelaskan hampir di semua wilayah kelurahan di Kecamatan Ciwandan rawan banjir, dan titik terparah di Kelurahan Kubagsari yang sejak hampir satu dekade makin parah karena keberadaan industri yang makin padat.
“Memang di Ciwandan banjir terjadi di Kelurahan Samangraya, Tegalratu, Randakari dan Kepuh. Tapi Kubangsari yang paling parah, tercatat sejak 9 tahun terakhir ini. Maka perlu kerjasama antara pemerintah, kalangan industri dan masyarakat untuk mencari solusi,” tegas Ibrohim. (red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.