Sanuji Dorong Kelurahan dan Kecamatan MoU Dengan Pemilik Lahan Kosong Untuk Dijadikan Lahan Pertanian
HARIANBANTEN.CO.ID, CILEGON – Wakil Walikota Cilegon Sanuji Pentamarta dorong Kecamatan dan Kelurahan untuk mengelola lahan kosong yang ada di wilayahnya menjadi lahan pertanian yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat seperti Kelompok Wanita Tani (KWT).
Sanuji berharap, Camat dan Lurah bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) dapat merealisasikan hal tersebut, salah satunya untuk mendukung ketahanan pangan dan gerakan KWT yang ada di Kota Cilegon.
“Gagasan itu sebenarnya sudah gagasan lama, saya harap Lurah, Camat bisa menindaklanjuti, bisa dicoba, bekerjasama dengan DKPP, Kelurahan dan Kecamatan bisa menindaklanjuti kalau ada lahan kosong, setahun, dua tahun dibiarkan kosong, dapat dimanfaatkan menjadi lahan pertanian bagi warga,” kata Sanuji usai Launching KWT Kenikir di Komplek PCI, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber, Rabu (9/3/2022).
Sanuji menyampaikan, jika di wilayah Kecamatan atau Kelurahan terdapat lahan kosong yang sudah lama tidak terpakai, agar dapat dijadikan lahan pertanian sementara untuk mendukung gerakan KWT dan ketahanan pangan warga.
“KWT bekerjasama dengan pemilik lahan, difasilitasi oleh Lurah dan Camat untuk MoU (membuat nota kesepakatan bersama) untuk dimanfaatkan lahannya, dipinjam dengan Mou terbuka, kalau ada tempat kosong seperti itu alangkah baiknya bisa ditanam, dimanfaatkan untuk KWT,” ujarnya.
Pemanfaatan lahan kosong untuk mendukung tersebut, lanjut Sanuji, diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan warga, serta menjadikan Cilegon kota yang asri, indah dan hijau.
“Saya berharap aktifis pertanian pemuda, aktifis pertanian milenial, juga ikut terjun menghijaukan Cilegon dengan pertanian kota,” tuturnya.
Gagasan untuk memanfaatkan lahan kosong menjadi lahan pertanian tersebut juga disambut baik oleh Anggota DPRD Provinsi Banten dr. Shinta Wishnu Wardhani yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Anggota Komisi V Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Banten itu menyampaikan, gagasan pemanfaatan lahan kosong untuk dimanfaatkan menjadi lahan pertanian itu dapat menjadi sarana bagi warga untuk kegiatan yang positif drngan bertani.
“Itu bisa lahan kosong itu tidak teronggok begitu saja, tidak jadi tempat pembuangan sampah, jadi sarang nyamuk. Kalau dikelola dengan baik, itu kan bisa lebih terlihat asri, dan juga bisa bermanfaat bagi ketahanan pangan warga,” ujarnya.
Anggota Fraksi PKS DPRD Provinsi Banten itu juga mengatakan, dengan adanya pemanfaatan lahan yang difasilitasi oleh Kelurahan dan Kecamatan, gerakan KWT yang ada di Kota Cilegon dapat lebih meningkatkan produktifitas hasil pertaniannya.
Terlebih, lanjut dr. Shinta, ditengah meningkatnya harga kebutuhan pangan dipasaran, pemanfaatn lahan kosong menjadi lahan pertanian tersebut dapat mengurangi beban ekonomi warga.
“Kalau produk yang dihasilkan dari kita untuk kita, itu sedikit banyak bisa minimal mengurangi beban ekonomi keluarga, artinya engga harus beli, bisa dari produk yang dihasilkan dari KWT. Kalau KWT itu produktifitasnya tinggi, itu bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi yang terlibat di dalamnya,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris DKPP Cilegon AH Junaedi menuturkan, akan terus mendorong untuk meningkatkan pemanfaatan lahan kosong menjadi lahan pertanian lewat gerakan KWT tersebut.
“Kami akan dorong apa yang disarankan oleh Pak Wakil tadi, akan kami lihat program di pertanian (DKPP) itu seperti apa dalam rangka membantu untuk bercocok tanam, apa itu di lahan terbuka atau di sela lahan kosong. Kita akan mendukung sumber bibit. Mudah-mudahan kami bisa memfasilitasi apa yang dibutuhkan oleh KWT ini,” pungkasnya. (TKN/Red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.