Soal Pemukulan Warga, Kades Kadubera dan Putranya Dilaporkan ke Polisi
PANDEGLANG – Salah seorang warga Kampung Cangkeuteukeun, Desa Kadubera Kecamatan Picung, Romi dan orang tuanya Samsudin menjadi korban pemukulan yang diduga dilakukan oleh Kades Kadubera.
Kejadian tersebut belum bisa dipastikan motifnya, namun korban pengeroyokan tersebut sempat dilarikan ke Puskesmas Picung untuk mendapatkan perawatan medis, karena terdapat beberapa luka di tubuh korban.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian oknum kades melakukan gesekan fisik, sebelumnya anak seorang kades melakukan gesekan fisik dengan Sodara Romi, karena tidak terima dikeroyok akhirnya dilaporkan kepada pihak kepolisian, setelah itu karena Kades Kadubera, Jakria tidak menerima jika anaknya dilaporkan ke Polisi karena diduga mengeroyok warga, sehingga semalam terjadilah pemukulan kepada Samsudin (udin) yang dilakukan Jakria di kediaman Samsudin yang merupakan orang tua Sodara Romi.
Mendengar anggotanya atas nama Samsudin dan anaknya dianiaya, PSB Banten angkat bicara.
Wakil Ketua 1 PSB Banten, Abu Rizal Syifa mengatakan, dirinya memohon kepada pihak kepolisian agar segera memproses laporan korban, karena hal tersebut merupakan tindakan yang kurang etis.
“ini merupakan tindak pidana, seharusnya Kades paham hukum, melindungi dan mengayomi warganya bukan malah memukuli, dengan ini kami memohon kepada pihak kepolisian agar segera memproses laporan korban romi dan samsudin, menindak secara tegas kades kadubera dan anaknya yang telah melakukan pemukulan dan pengeroyokan kepada para korban,” kata Abu, Jumat (29/5/2020).
Sementara itu, Wakil ketua bidang hukum dan ham PSB Banten, H. Maskur menambahkan, pihaknya akan terus mengawal laporan dari para korban.
“Kami akan pantau dan mengawal terus perkembangan kasus ini sampai dengan selesai,” ujar Maskur. (De/red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.