HARIANBANTEN.CO.ID – Kondisi kualitas udara di suatu wilayah dapat diketahui melalui alat yang bernama ISPU atau Indeks Standar Pencemaran Udara.

ISPU sendiri berfungsi untuk memberikan informasi kepada masyarakat secara realtime dan akurat, sehingga masyarakat dapat mengetahui kondisi udara secara berkala dan dapat mengambil tindakan apabila angka yang tertera menunjukkan kulaitas udara di suatu wilayah buruk atau berbahaya bagi kesehatan.

Namun apa jadinya, jika alat tersebut rusak karena tidak menampilkan data yang dibutuhkan secara realtime dan akurat.

Hal itu yang terjadi terhadap alat ISPU yang ada di Kota Cilegon. Berdasarkan pantauan pada Kamis (3/10/2024), alat ISPU terkait Polutant Standar Index (PSI) masih menampilkan data untuk tanggal 28 sampai dengan 29 Agustus 2024, bukan menampilkan data akurat untuk tanggal 3 hingga 4 Oktober 2024.

Hal itu sangat disayangkan, mengingat Kota Cilegon merupakan Kota yang dikelilingi oleh industri yang dipastikan menjadi salah satu penyebab tingginya polusi udara.

Lantas, apa yang harus dilakukan jika informasinya saja tidak di update secara realtime? Bagaimana melakukan pencegahan jika data yang ditampilkan bermasalah?

Bagaimana pemerintah dapat melakukan evaluasi untuk mengambil kebijakan terkait pengendalian pencemaran udara dengan membuat kebijakan yang lebih efektif?

Untuk itu, pembaharuan data ISPU sangatlah penting mengingat perubahan kondisi udara bersifat dinamis, karena kualitasnya bisa dengan cepat berubah dan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti cuaca, aktivitas industri, dan transportasi. (Zal/Red)