HARIANBANTEN.CO.ID – Kota Cilegon ternyata menyimpan banyak destinasi wisata keren yang sayang banget kalau dilewatkan. Mulai dari taman bermain air, bukit batu, hingga danau yang terbentuk akibat letusan Gunung Krakatau, semuanya siap memanjakan para pelancong.

Berikut 5 rekomendasi wisata paling keren di Cilegon yang wajib masuk daftar kunjunganmu:

1. Cilegon Green Water Park

Buat kamu yang cari wisata air seru di tengah kota, Green Water Park bisa jadi pilihan utama. Terletak strategis di pusat kota Cilegon, taman bermain ini menyediakan beragam wahana air seru untuk semua umur.

Tiket masuknya dibanderol Rp35.000 untuk hari biasa dan Rp50.000 saat akhir pekan. Cocok buat liburan keluarga tanpa harus jauh-jauh keluar kota.

2. Gunung Batu Lawang

Buat yang suka wisata alam dan udara sejuk, Gunung Batu Lawang adalah destinasi favorit warga Cilegon.

Pemandangan hijau dan asri langsung menyambut sejak sampai di lokasi. Nama “Batu Lawang” sendiri berasal dari dua batu besar yang berdiri berdampingan dan membentuk celah menyerupai pintu. Lokasinya berada di perbatasan Kota Cilegon dan Bojonegara, Kabupaten Serang.

3. Bukit Batu Gambir

Ingin mendaki bukit dengan panorama alam memanjakan mata? Coba kunjungi Bukit Batu Gambir.

Destinasi ini menyuguhkan pemandangan perbukitan yang luar biasa indah. Sebelum mendaki, jangan lupa siapkan fisik, bekal air minum, dan makanan ringan ya—karena medan yang menantang akan menguras tenaga.

4. Krakatau Jungle Park

Wisata keluarga? Krakatau Jungle Park jawabannya. Tempat ini dilengkapi fasilitas bermain anak yang lengkap, area santai untuk keluarga, dan lahan parkir yang luas.
Tak cuma anak-anak, orang dewasa pun bisa menikmati suasana santai di taman ini. Lokasinya yang nyaman dan ramah keluarga bikin Jungle Park jadi favorit banyak pengunjung.

5. Situ Rawa Arum

Terakhir, ada Situ Rawa Arum yang punya cerita sejarah unik. Terletak di Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol, danau ini disebut-sebut terbentuk akibat letusan Gunung Krakatau pada 1883.

Legenda menyebutkan, kawasan ini dulunya adalah desa yang dipimpin oleh Ki Ageng Ireng. Usai letusan dan tsunami, desa tersebut berubah menjadi rawa dengan bunga teratai putih yang harum, hingga akhirnya dikenal sebagai Situ Rawa Arum.

Penulis: Red | Harianbanten.co.id