Kumandang Banten Gelar Badak II
PANDEGLANG – Keluarga Mahasiswa Pandeglang (Kumandang) Banten menggelar diklat Badak II (pembelajaran dasar kepemimpinan) tingkat II.
Kegiatan yang dilaksanakan selama dua tahun sekali ini, menghadirkan narasumber dari berbagai pihak yang berkaitan dengan unsur pemerintahan (Bappeda Pandeglang) dan (Kesbangpol Provinsi Banten), Kepolisian (Polda Banten), militer (Kodim 06/02 Pandeglang) dan pers (Ceo Fesbukbantennews), dan beberapa sesi diskusi panel yang membahas terkait persiapan bonus demografi ditahun 2025, yang dimoderasi oleh tokoh Muda Pandeglang yakni Oji Fahruroji pemilik chanel youtube the social adventurer.
Narasumber yang dihadirkan hampir mewakili setiap pihak yang memiliki wewenang dan profesi dibidangnya masing-masing, meskipun ada beberapa pihak pemerintahan yang tidak bisa hadir meski telah diundang secara administrasi oleh panitia BADAK II Kumandang Banten, seperti dari DPRD Kabupaten Pandeglang misalnya.
Adapun peserta acara pelatihan kepemimpinan tingkat dua ini dihadiri oleh 50 orang peserta yang mewakili beberapa kampus di Banten, beberapa kampus yang mengikuti kegiatan ini diantaranya yakni Kampus STIA Banten (Pandeglang), Universitas Pamulang (Tangsel), UIN SMH Banten, Unsera dan Untirta (Serang), Adapun tempatnya di Saung Cibaru Kecamatan Cimanuk.
Ketua Pelaksana BADAK II, Faisal Zamzami mengungkapkan, regenerasi Kumandang Banten menjadi salah satu hal yang penting untuk diutamakan, mengingat Kumandang Banten merupakan organisasi daerah yang akan terus mecetak kader-kadernya, untuk memiliki kompetensi dasar pengetahuan terkait perannya sebagai mahasiswa.
“Regenerasi di Kumandang Banten adalah prioritas kami dikepengurusan periode 2017-2019 ini, oleh karenanya BADAK II merupakan hal yang wajib kami selenggarakan mengingat dipembelajaran dasar kepemimpinan tingkat II ini Kumandang Banten menghadirkan narasumber dari berbagai unsur yang akan memberikan gambaran terkait kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh mahasiswa, terutama oleh kader-kader Kumandang Banten,” Ujar Isal Ketua Pelaksana yang juga Ketua Pemberdayaan Aparatur Organisasi (PAO) Kumandang Banten ini, Senin (25/11/2019).
Sementara itu, Ketua Umum Kumandang Banten. Yusuf Indrajat, saat sambutan merasa kecewa dengan pihak DPRD Kabupaten Pandeglang, dirinya sangat menyayangkan pihak DPRD Pandeglang tidak hadir untuk mengisi materi tentang peran DPRD Pandeglang yang sesungguhnya merupakan kesempatan baik untuk menyampaikan peran dan fungsinya sebagai penyerap aspirasi rakyat.
“Saya merasa kecewa dan sangat menyayangkan dengan pihak DPRD Pandeglang yang tidak hadir untuk mengisi materi terkait peran dan fungsi DPRD, meski kami telah undang secara administrasi dan surat undangannya telah didisposisikan kepada KOMISI I DPRD Pandeglang, tapi mereka malah mengcancel sejam sebelum sesi materi dimulai, padahal seharusnya mereka punya kesempatan baik untuk menjelaskan perannya sebagai Dewan Perwakilan Rakyat yang notabane memiliki peran untuk menyerap aspirasi publik untuk pembangunan daerah, ya kami sangat kecewa,” ujar Yusuf.
Lebih lanjut Yusuf mengatakan, dirinya akan mengevaluasi mengapa DPRD tidak hadir pada penyelenggaraan BADAK II, yang dilaksanakan hanya dua tahun sekali tersebut.
“Setelah kegiatan selesai kami akan segera mengevaluasi panitia dan mencari tahu mengapa DPRD Pandeglang tidak hadir pada penyelenggarakan BADAK II di Periode ke 8 Kumandang Banten ini, karena harusnya DPRD bisa hadir karena BADAK II hanya dilaksanakan selama dua tahun sekali,” katanya. (De/Red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.