HARIANBANTEN.CO.ID, CILEGON – Wakil Walikota Cilegon Sanuji Pentamarta, tinjau lokasi jalan rusak di Kelurahan Panggungrawi, Kecamatan Jombang yang belakangan kerap viral di media sosial lantaran banyak memakan korban yang jatuh ke dalam kubangan air yang berlumpur, Rabu (20/7/2021).

Sebelumnya diketahui, jalan yang mengalami kerusakan parah yang berada tak jauh dari Kantor Kelurahan Panggungrawi tersebut, direncanakan akan dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), namun hingga saat ini OPD terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cilegon tak kunjung melaksanakan perbaikan jalan itu.

“Secara prinsip pemerintah ingin membangun, semua dilakukan percepatan, namun karena banyak hal keterbatasan, situasi, kondisi, segala macam, ini masih belum kita kerjakan. Memang anggarannya sudah ada, akan dilakukan proses lelang, tapi ini riilnya masih belum kita kerjakan yah, makanya ini kita coba cari, diskusikan dulu,” kata Sanuji disela tinjauannya ke lokasi jalan rusak.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga menyampaikan, dirinya mendapat informasi bahwa anggaran yang telah direncanakan melalui APBD tidak mencukupi untuk pembangunan jalan tersebut lantaran kondisi badan jalan yang sudah rusak parah.

“Katanya ada informasi, bahwa katanya hitungannya karena ini kerusakannya dalam, jadi anggaran yang ada kelihatannya hitungannya tidak pas dengan kondisi jalan, kalau nanti pemerintah ternyata mungkin agak lambat, coba kita cari skema lain yah,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, Sanuji mengatakan, Pemkot Cilegon akan mewacanakan untuk membangun jalan rusak tersebut dengan menggunakan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan yang ada di Kota Cilegon.

“Coba saja skemanya kita hitung kalau CSR, kita lempar ini kemungkinan, karena ini memang di pemerintah kan ada birokrasi, ada aturan yang juga khawatir melanggar hukum, atau proses agak lama, karena ini kerusakannya sudah cukup tinggi, mungkin kita cari skema CSR yang lebih cepat,” tuturnya.

Sanuji menyampaikan, wacana pembangunan jalan rusak di Panggungrawi melalui bantuan CSR tersebut, ditujukan agar jalan yang telah rusak parah di lokasi tersebut dapat segera diperbaiki dan layak untuk dilalui oleh masyarakat.

“Kalau engga tahun ini, yah APBD juga bisa. Kalau kita ingin lebih cepat, mungkin kita coba skema CSR, mungkin bisa lebih cepat, saya rasa ada solusi lain,” pungkasnya. (TKN/HB/Red)