HARIANBANTEN.CO.ID – Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah, mengajak Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon untuk meninggalkan ego sektoral dan memperkuat sinergi demi kemajuan daerah. Seruan itu disampaikan Dimyati dalam momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kota Cilegon.

Dalam sambutannya, Dimyati menekankan pentingnya kolaborasi erat antara pemerintah kota dan pemerintah provinsi. Menurutnya, kemajuan Cilegon akan berbanding lurus dengan kemajuan Provinsi Banten secara keseluruhan.

“Jangan ada ego. Ini adalah kolaborasi satu sama lain. Kalau Kota Cilegon mundur, maka Banten pun ikut mundur,” tegasnya.

Dimyati juga mengingatkan bahwa jabatan wali kota dan wakil wali kota adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia mendorong agar perencanaan pembangunan di Cilegon disusun dengan pendekatan bottom-up, yakni berdasarkan kebutuhan masyarakat, bukan sekadar instruksi dari atas.

“Rencana sukses itu bottom-up planning, bukan top-down,” ujarnya.

Tak hanya itu, Dimyati mendorong agar Kota Cilegon segera menyusun rencana strategis lima tahunan, lengkap dengan visi jangka panjang hingga 20 tahun ke depan. Ia menilai, meski kepala daerah berganti, arah pembangunan daerah harus tetap berkesinambungan.

Dalam kesempatan tersebut, Dimyati turut menyoroti persoalan pengangguran di Cilegon yang menurutnya harus menjadi perhatian serius, mengingat kota ini merupakan kawasan industri strategis di Banten.

“Saya sedih kalau di Cilegon masih ada pengangguran. Harus ada kebijakan yang mewajibkan perusahaan mempekerjakan minimal 70 persen tenaga kerja dari warga Cilegon,” katanya.

Untuk itu, ia mendorong agar Pemkot segera membuat regulasi, seperti Peraturan Wali Kota, yang mengatur kewajiban tersebut, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Banten.

Lebih lanjut, Dimyati menguraikan lima kunci utama dalam membangun Cilegon yang lebih mandiri dan maju, yakni:

  1. Pemerintah dan birokrasi yang kuat.
  2. Sinergi dengan stakeholder seperti BUMN, BUMD, BUMS dan pelaku usaha.
  3. Keterlibatan aktif masyarakat dan pekerja.
  4. Peran wartawan.
  5. Partisipasi seluruh lapisan masyarakat.

Menutup sambutannya, Dimyati kembali mengingatkan pentingnya semangat kolektif dalam membangun daerah, tanpa memikirkan kepentingan pribadi.

“Jangan berpikir untuk kepentingan pribadi. Kalau sudah berpikir pribadi, bangkrut. Kita harus berjuang bersama untuk masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Asep Tolet | Harianbanten.co.id