Menelusuri Jejak Kerajaan-Kerajaan Besar Nusantara: Dari Sriwijaya hingga Tidore
HARIANBANTEN.CO.ID – Nusantara sejak lama menjadi tempat lahir dan tumbuhnya berbagai kerajaan besar yang tidak hanya berpengaruh secara politik dan ekonomi, namun juga meninggalkan warisan budaya, arsitektur, dan keagamaan yang masih terasa hingga kini. Dari Sriwijaya yang menjadi pusat maritim, hingga Kesultanan Tidore yang pernah berjaya di jalur rempah dunia, berikut ini kilas sejarah kerajaan-kerajaan besar yang pernah berdiri di wilayah Indonesia.
1. Sriwijaya – Pusat Maritim dan Agama Buddha
Berdiri sekitar tahun 683 Masehi di Palembang, Sumatera Selatan, Sriwijaya dikenal sebagai kerajaan maritim Buddha Mahayana yang berjaya sebagai pusat perdagangan laut dan pembelajaran Buddha internasional. Raja Balaputradewa menjadi salah satu tokoh penting kerajaan ini. Kekayaan Sriwijaya bersumber dari rempah, emas, dan pungutan pajak kapal yang melintas di wilayahnya. Wilayah kekuasaannya bahkan mencapai Selat Malaka hingga Thailand Selatan. Kerajaan ini runtuh akibat serangan Kerajaan Chola dari India. Warisannya tetap hidup melalui nama Sriwijaya dan peninggalan seperti Candi Muaro Jambi.
2. Majapahit – Simbol Persatuan Nusantara
Majapahit berdiri tahun 1293 di Trowulan, Jawa Timur. Di bawah kepemimpinan Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada, Majapahit mencapai puncak kejayaan dengan Sumpah Palapa dan kekuasaan yang meliputi hampir seluruh Nusantara, bahkan menjangkau Filipina dan Malaysia. Meski akhirnya runtuh karena konflik internal dan penyebaran Islam di Jawa, Majapahit meninggalkan warisan penting seperti Kitab Negarakertagama dan semangat kebangsaan Nusantara.
3. Kutai Martadipura – Kerajaan Tertua di Indonesia
Terletak di Muara Kaman, Kalimantan Timur, Kutai Martadipura diperkirakan berdiri pada abad ke-4 Masehi. Kerajaan Hindu Siwa ini dipimpin Raja Mulawarman yang dikenal dermawan. Prasasti Yupa menjadi bukti tertua tentang keberadaan kerajaan ini. Kutai runtuh akibat masuknya pengaruh Islam pada abad ke-13.
4. Tarumanegara – Jejak Hindu di Jawa Barat
Kerajaan Hindu Wisnu ini berdiri di wilayah Bogor hingga Bekasi pada abad ke-5 Masehi. Raja Purnawarman dikenal membangun saluran irigasi untuk pertanian dan menjalin hubungan dagang dengan India. Tarumanegara akhirnya melemah akibat pengaruh Kerajaan Sunda dan islamisasi. Warisan terpentingnya adalah prasasti yang menunjukkan jejak kekuasaan raja, mirip dengan tradisi di India.
5. Kalingga – Kepemimpinan Adil Ratu Shima
Kalingga yang berada di Jepara, Jawa Tengah, eksis pada abad ke-6 hingga ke-7 Masehi. Kerajaan ini memeluk Hindu dan Buddha dan dikenal dengan Ratu Shima yang tegas terhadap pencuri. Meski sejarah runtuhnya tidak jelas, kisah keadilannya tetap dikenang.
6. Mataram Kuno – Puncak Arsitektur Kuno
Berdiri pada abad ke-8 hingga 10 Masehi di Jawa Tengah dan Yogyakarta, Mataram Kuno memiliki dua dinasti besar: Sanjaya (Hindu) dan Syailendra (Buddha). Raja terkenal seperti Rakai Pikatan meninggalkan warisan berupa Candi Prambanan dan Borobudur. Kerajaan ini melemah akibat bencana alam dan pindah ke Jawa Timur.
7. Kediri – Masa Keemasan Sastra
Kerajaan Hindu Siwa ini berdiri di Kediri, Jawa Timur, sekitar tahun 1042 hingga 1222 M. Jayabaya sebagai raja terkenal dikenal dengan ramalan dan kemakmuran masa pemerintahannya. Kediri memiliki jalur dagang penting di Sungai Brantas dan akhirnya runtuh akibat serangan Ken Arok dari Singhasari.
8. Singhasari – Cikal Bakal Ekspansi Nusantara
Berdiri di Malang, Jawa Timur (1222–1292 M), kerajaan ini dipimpin oleh Ken Arok dan Kertanegara. Singhasari dikenal ekspansif, dengan Ekspedisi Pamalayu ke Sumatera sebagai simbol kekuatan. Runtuh akibat pemberontakan Jayakatwang, namun meletakkan dasar kebangkitan Majapahit.
9. Kerajaan Sunda – Pelabuhan Strategis dan Budaya Kuat
Kerajaan Sunda yang berdiri sejak abad ke-7 hingga 16 berpusat di Jawa Barat dan dikenal lewat tokoh Prabu Siliwangi. Mereka mengelola Pelabuhan Sunda Kelapa yang ramai oleh pedagang dari Tiongkok, India, dan Arab. Keruntuhannya disebabkan oleh ekspansi Demak dan Banten.
10. Bali Kuno – Spiritualitas yang Bertahan
Bali Kuno eksis sejak abad ke-8 hingga 14 dan lebih dikenal sebagai pusat spiritual Hindu-Buddha. Raja Udayana, ayah dari Airlangga, merupakan salah satu tokoh pentingnya. Meskipun akhirnya diserap Majapahit, budaya Hindu Bali tetap bertahan hingga kini.
11. Kesultanan Malaka – Poros Dagang Asia Tenggara
Meski berada di wilayah Malaysia, Kesultanan Malaka (1400–1511) memiliki hubungan erat dengan Nusantara. Didirikan oleh Parameswara, seorang bangsawan Sriwijaya, Malaka menjadi pusat perdagangan rempah dan pelabuhan utama Asia Tenggara. Runtuh setelah ditaklukkan Portugis, namun warisannya bertahan melalui sistem kesultanan Melayu.
12. Kesultanan Demak – Warisan Wali Songo
Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Jawa yang berdiri pada 1475–1554 M. Didirikan oleh Raden Patah, dengan Sunan Kudus sebagai panglima. Warisannya berupa Masjid Agung Demak dan peran penting dalam penyebaran Islam di Jawa.
13. Kesultanan Banten – Saingan VOC dari Ujung Barat Jawa
Kesultanan Banten (1526–1813) berkembang sebagai pusat perdagangan internasional. Di bawah Sultan Ageng Tirtayasa, Banten menjalin hubungan dagang dengan Arab, India, dan Eropa. Keruntuhannya disebabkan oleh campur tangan Belanda melalui VOC. Hingga kini, Benteng Speelwijk dan Masjid Agung Banten menjadi jejak kejayaannya.
14. Kesultanan Ternate – Penguasa Rempah dan 72 Pulau
Ternate berdiri sejak 1257 M dan menjadi kekuatan besar di Maluku Utara. Sultan Baabullah berhasil mengusir Portugis dan menjalin aliansi strategis hingga ke Aceh. Meski jatuh akibat Belanda, Ternate tetap dikenang sebagai pusat Islam dan perdagangan rempah.
15. Kesultanan Tidore – Sekutu Spanyol, Musuh VOC
Kesultanan Tidore, tetangga Ternate, berdiri sekitar 1400 M. Sultan Nuku dikenang sebagai pahlawan nasional karena perlawanan terhadap Belanda. Kerajaan ini sempat bersekutu dengan Spanyol dan kaya dari hasil cengkeh. Runtuh karena dominasi VOC, namun semangat perjuangan dan budaya Islam Maluku tetap hidup.
Jejak sejarah kerajaan-kerajaan Nusantara memperlihatkan bahwa Indonesia telah memiliki peradaban tinggi, sistem pemerintahan, ekonomi, dan budaya yang kuat jauh sebelum masa kolonial. Warisan mereka bukan hanya benda bersejarah, tetapi juga identitas bangsa yang patut dihargai dan dilestarikan.
Penulis: Asep Tolet | Harianbanten.co.id



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.