HARIANBANTEN.CO.ID – Nama Suzanna dikenal luas sebagai ikon film horor Indonesia. Namun, tak banyak yang tahu bahwa perjalanan hidupnya penuh dengan lika-liku, sejak ia masih dalam kandungan.

Suzanna Martha Frederika van Osch lahir di Bogor pada Oktober 1942, tepat tujuh bulan setelah sang ayah, Willem Van Osch, gugur dalam pertempuran melawan tentara Jepang. Saat itu, Suzanna masih berusia dua bulan dalam kandungan.

Ayahnya merupakan anggota KNIL (tentara Kerajaan Belanda) keturunan Belanda-Jerman. Sedangkan sang ibu, Johanna Bojoh, adalah wanita berdarah Priangan-Manado yang berprofesi sebagai penyanyi keroncong. Keduanya merupakan figur publik pada masa kolonial, bahkan pernikahan mereka tercatat di koran De Locomotief edisi 24 Januari 1936.

Masa kecil Suzanna tak mudah. Ia dibesarkan dalam suasana keprihatinan akibat kondisi politik yang memanas selama penjajahan Jepang dan revolusi kemerdekaan. Keluarganya sempat mendapat tekanan karena dianggap bagian dari keturunan Belanda.

Namun situasi mulai membaik setelah pengakuan kedaulatan Indonesia dari Belanda melalui Konferensi Meja Bundar tahun 1949. Sejak itu, keluarga Suzanna mulai bisa menjalani kehidupan yang lebih tenang.

Darah seni mengalir kuat dalam dirinya. Ayahnya dikenal pernah aktif di dunia teater kolonial, dan ibunya adalah penyanyi keroncong. Tak heran, Suzanna kecil sudah tampil dalam film ‘Darah dan Doa’ (1950) arahan Usmar Ismail, yang menjadi film nasional pertama Indonesia.

Kariernya semakin menanjak setelah dipercaya memerankan tokoh Ina dalam film ‘Asmara Dara’ (1958), yang membawanya menyabet penghargaan The Best Child Actress di Festival Film Asia 1960 di Tokyo.

Puncak ketenarannya datang di era 1970-an. Suzanna membintangi film ‘Bernafas Dalam Lumpur’ (1970) dan mendapat predikat Runner-up I Artis Terbaik versi PWI. Ia juga berhasil meraih Piala Citra FFI 1979 sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik lewat film ‘Pulau Cinta’.

Namun Suzanna tak hanya dikenal lewat film drama. Ia justru dijuluki “Ratu Horor Indonesia” karena begitu ikonik dalam berbagai film mistis yang booming pada masanya, seperti ‘Sundel Bolong’, ‘Ratu Ilmu Hitam’, dan ‘Malam Jumat Kliwon’. Ia bahkan disebut-sebut sebagai salah satu aktris dengan bayaran tertinggi di Indonesia pada masanya.

Penulis: Red | Harianbanten.co.id