HARIANBANTEN.CO.ID Pemerintah Provinsi Banten mencatatkan capaian gemilang dalam pelaksanaan program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dari total 1.552 desa dan kelurahan yang ada di Banten, sebanyak 1.551 telah resmi membentuk Koperasi Merah Putih.

Capaian tersebut menjadikan Banten sebagai salah satu provinsi percontohan nasional dalam program penguatan kelembagaan ekonomi berbasis desa.

Peluncuran kelembagaan 80.081 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dilakukan secara serentak oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui video konferensi dari Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/7/2025).

Di Provinsi Banten, kegiatan ini dipusatkan di Koperasi Merah Putih Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, dan diikuti langsung oleh Gubernur Banten Andra Soni secara virtual.

“Alhamdulillah, dari 1.552 desa/kelurahan di Banten, sudah terbentuk 1.551 Koperasi Merah Putih. Hanya Desa Kanekes di Kabupaten Lebak yang tidak ikut karena menghormati kearifan lokal Masyarakat Adat Baduy,” ungkap Andra Soni.

Gubernur Andra menegaskan bahwa koperasi harus menjadi pondasi ekonomi masyarakat daerah. Ia menyebutkan bahwa para pendiri bangsa telah lama memandang koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional.

“Melalui koperasi, kita bisa mewujudkan pemerataan ekonomi, mengurangi kesenjangan sosial, dan membangun desa dari bawah secara berkelanjutan,” tambahnya.

Banten Dapat Kuota Percontohan Terbanyak

Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Deden Apriandhi H, melaporkan bahwa Provinsi Banten mendapat kepercayaan dari pemerintah pusat untuk menjadi provinsi dengan kuota terbanyak koperasi percontohan nasional atau mock up, yakni sebanyak empat unit. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata provinsi lain yang hanya mendapat dua.

Empat koperasi model percontohan di Banten tersebut adalah:

  • Koperasi Kelurahan Merah Putih Kotabumi, Kota Cilegon
  • Koperasi Desa Merah Putih Sarakan, Kabupaten Tangerang
  • Koperasi Desa Merah Putih Girimukti, Kabupaten Lebak
  • Koperasi Desa Merah Putih Ranjeng, Kabupaten Serang

Koperasi-koperasi ini diarahkan untuk menjalankan berbagai unit usaha, seperti simpan pinjam, toko sembako, klinik, apotek, pergudangan, logistik desa, hingga layanan pertanian dan energi seperti pupuk dan LPG.

Untuk mendukung pengelolaan koperasi yang profesional dan akuntabel, Pemprov Banten juga telah membentuk satuan tugas khusus dalam pembinaan dan pendampingan.

Presiden Prabowo: Koperasi Adalah Alat Perjuangan Ekonomi

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa koperasi adalah instrumen penting untuk memperkuat ekonomi masyarakat kecil dan mewujudkan kedaulatan pangan serta distribusi yang adil.

“Koperasi adalah alat bagi yang lemah untuk menjadi kuat. Seperti lidi, satu lidi lemah, tapi jika bersatu menjadi kekuatan besar. Konsep koperasi adalah gotong royong,” kata Prabowo.

Presiden menekankan bahwa kemerdekaan sejati tidak hanya dalam politik, tetapi juga dalam bidang ekonomi. Negara yang merdeka adalah negara yang bisa memenuhi kebutuhan rakyatnya dan menjamin kesejahteraan mereka.

Menuju Desa Mandiri dan Sejahtera

Gubernur Andra Soni berharap kehadiran Koperasi Merah Putih mampu mendorong lahirnya lebih banyak desa mandiri dan desa maju di Banten. Program ini juga disinergikan dengan program prioritas Provinsi Banten seperti Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) yang mencakup pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) dan infrastruktur dasar lainnya.

“Kami optimis keberadaan koperasi akan mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal dan memperkuat ketahanan masyarakat desa,” pungkasnya.

Penulis: Red | Harianbanten.co.id