HARIANBANTEN.CO.ID — Pemerintah Kota Cilegon menggelar kegiatan Riung Mungpulung dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Cilegon, Senin (27/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Wali Kota Cilegon ini dirangkaikan dengan pemberian penghargaan serta penyerahan bantuan secara simbolis.

Wali Kota Cilegon Robinsar, didampingi Wakil Wali Kota Fajar Hadi Prabowo, hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, serta berbagai elemen masyarakat.

Dalam sambutannya, Robinsar mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum HUT ke-27 sebagai ajang refleksi terhadap kontribusi yang telah diberikan bagi kemajuan daerah.

“Hari ulang tahun ini bukan hanya untuk dirayakan, tetapi harus menjadi renungan bagi kita semua terkait apa yang sudah kita lakukan dan berikan untuk kota tercinta ini,” ujar Robinsar.

Ia menegaskan, peringatan hari jadi tidak sekadar seremoni, melainkan juga sarana evaluasi terhadap capaian pembangunan yang telah dilakukan Pemerintah Kota Cilegon.

Robinsar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan daerah, serta kepada tamu undangan yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia industri, dan para pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam mendorong kemajuan Kota Cilegon.

“Kota ini sudah memberi banyak kepada kita. Tinggal bagaimana kita berpikir apa yang bisa kita kontribusikan untuk kemajuan bersama,” katanya.

Ia juga mengapresiasi dukungan Forkopimda dan DPRD Kota Cilegon yang selama ini dinilai konsisten mendukung program-program pemerintah daerah.

Dalam kesempatan itu, Robinsar mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi di awal masa kepemimpinannya, termasuk kondisi fiskal daerah.

Ia menyebutkan, saat mulai menjabat, Pemerintah Kota Cilegon menghadapi defisit anggaran sebesar Rp135 miliar. Namun, kondisi tersebut kini telah berhasil diatasi melalui kerja sama seluruh perangkat daerah.

“Alhamdulillah, pada awal tahun 2026 kondisi keuangan daerah sudah tidak lagi mengalami defisit,” ujarnya.

Meski demikian, pada tahun 2026 Pemkot Cilegon menghadapi tantangan baru berupa kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang berdampak pada pengurangan dana transfer sebesar Rp235 miliar.

Menanggapi hal tersebut, Robinsar mendorong seluruh perangkat daerah untuk lebih inovatif dalam menggali sumber pendapatan asli daerah (PAD), termasuk melalui optimalisasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Ini menjadi tantangan bagi kita semua. Perlu kreativitas dalam mencari potensi pendapatan baru, salah satunya melalui penguatan BUMD,” katanya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Cilegon, Habibudin, turut mengapresiasi kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon. Ia menilai, penguatan BUMD, khususnya PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM), memiliki potensi besar dalam meningkatkan pendapatan daerah.

“PCM ini menjadi kebanggaan kita bersama. Pengembangannya harus terus didorong agar memberikan manfaat maksimal bagi daerah,” ujar Habibudin.

Ia berharap kepemimpinan saat ini mampu membawa Kota Cilegon menjadi lebih maju dan berkembang.

“Semoga kepemimpinan ini bisa membawa Cilegon menjadi lebih baik dan lebih hebat ke depan,” ucapnya. (Adv)