Demonstrasi mahasiswa sedang ramai di perbincangkan publik, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyuarakan aspirasi nya di depan gedung DPR/MPR RI dan hampir diikuti seluruh daerah di indonesia. Aksi demonstrasi ini berjalan sejak ada nya sejumlah rancangan revisi UU KPK, RKUHP dan RUU lain nya, mahasiswa menilai revisi UU KPK dan yang lain nya dinilai tidak masuk akal dan jauh dari semangat reformasi.

Demonstrasi mahasiswa tidak hanya terjadi di Indonesia tapi juga di Hongkong, mahasiswa menyuarakan tentang RUU Ekstradisi di muali bulanyang mengatur pengiriman pelaku kejahatan dari Honhkong ke tiga wilayah yaitu china daratan, makau dan taiwan, mahasiswa hongkong menolak RUU ini karena tidak percaya dengan sistem pengadilan China.

Menurut herbert blumer gerakan sosial yang di tandai dengan adanya rasa kegelisahan yang di akibatkan oleh ketidakpuasan terhadap dinamika kehidupan, yang kemudian gerakan ini memunculkan harapan serta keinginan untuk mencapai tatanan kehidupan yang lebih baik dan dapat dicapai secara tekolektif. Ini relevan dengan gerakan demonstrasi yang terjadi di indonesia dan hongkong substansinya adalah menolak produk hukum yang membuat rasa gelisah masyarakat dan ketidakpuasan terhadap pemerintah yang merusak tatanan kehidupan, oleh karena nya perubahan itu hanya bisa dilakukan dengan gerakan demonstrasi secara kolektif.

Demonstrasi di hongkong di mulai sejak juni sampai oktober berjalan cukup lama dan membuat negara hongkong lumpuh secara ekonomi dan politik, konsistensi gerakan mahasiswa ini akhirnya membuahkan hasil apa yang di suarakan oleh mahasiswa hongkong akhirnya di setujui oleh eksektuif hongkong.

Lain cerita dengan yang terjadi di indonesia demonstrasi berujung ricuh dan memakan korban jiwa mahasiswa dan pelajar berjumlah 5 orang dan puluhan korban mengalami luka serius dirawat di rumah sakit, konsistensi gerakan mahasiswa pun membuahkan hasil ketika beberapa rancangan RKUHP dan RUU lain nya di tolak pengesahan nya oleh DPR, namun mahasiswa masih menuntut agar Presiden mengeluarkan perpu KPK.

Ada hal menarik di soroti mengenai dinamika demonstrasi yang terjadi di indonesia dan hongkong, Demonstrasi yang terjadi di Indonesia puncak nya pada tanggan 23 dan 24 September di gedung DPR RI, ribuan mahasiswa berkumpul dari berbagai perguruan tinggi, seperti demonstrasi pada umumnya mahasiswa menyampaikan orasi dan menyanyikan lagu perjuangan untuk membakar semangat perjuangan, namun aksi ini berujung ricuh dengan pihak keamanan sampai malam hari, bentrokan tidak bisa di hindarkan karena pihak keamanan memukul mundur para demonstran dengan water canon dan gas air mata, strategi yang di bangun oleh mahasiswa indonesia kurang tersusun dengan rapih, kordinasi diantara para demonstran kurang berjalan efektif, terlihat ketika bentrokan terjadi.

Saat demonstrasi di hongkong mahasiswa meniadakan sosok pemimpin dalam aksi mereka, ini merupakan strategi untuk meminimalisir incaran aparat, untuk mengorganisir para demonstran mahasiswa memanfaatkan teknologi seperti telegram untuk komunikasi dan koordinasi dan menggunakan aplikasi airdrop pada Iphone, fitur ini tidak membutuhkan internet sehingga mereka bisa menyebarkan poster rencana aksi dengan cepat, pendemo juga membuat tim khusus untuk memadamkan gas air mata dengan peralatan khusus yang berada di garis depan. Ini merupakan strategi dan kerja sama yang baik antar demonstran.

Penulis : Muhamad Syamsul Hidayat (Mahasiswa Pasca Ilmu Politik Universitas Indonesia)