PANDEGLANG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Pandeglang, meminta para mahasiswa yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait bahaya covid-19.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala DPMPD Kabupaten Pandeglang, Doni Hermawan dalam pembekalan mahasiswa sekaligus pelepasan KKM Tematik Covid-19 berbasis riset, di Aula Kampud Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Banten Raya, Kamis, 20 Agustus 2020.

Dalam pesannya, Doni menyampaikan, peran dan kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat sangat dibutuhkan, pasalnya mahasiswa merupakan agen intelektual, untuk merumuskan bagaimana persoalan sosial bisa berubah ke arah yang lebih baik.

“Kalau berbicara kemahasiswaan, sudah barang tentu mahasiswa paham situasi dan kondisi masyarakat di tengah Covid-19, mereka perlu sentuhan untuk membangkitkan ekonomi kreatif, dan itu bisa disentuh oleh masyarakat,” kata Doni.

Menurutnya, bentuk kegiatan yang dilakukan saat melaksanakan kuliah kerja mahasiswa, bisa dalam bentuk advokasi, sosialisasi dan mendampingi bagaimana masyarakat dan pemerintah desa setempat dalam berperang melawan covid-19.

“Kita juga perlu sampaikan kepada masyarakat, bahwa covid itu memang ada, bahayanya covid itu seperti apa, dan meskipun vaksin itu sedang dibuat dan sudah memasuki tahap uji coba, kita juga harus memberikan pemahaman betapa pentingnya memakai masker, karena dengan masker kita bisa terlindungi dari virus,” ujarnya.

Sementara itu, di lokasi yang sama, Ketua Pelaksana KKM STISIP Banten Raya, Hasim menuturkan, pada KKM kali ini sedikit berbeda dengan KKM tahun lalu, pasalnya selain harus beradaptasi di tengah Covid-19 mahasiswa juga harus menyusun riset.

“Keunggulan KKM tahun ini tentunya berbeda dengan sebelum-sebelumnya, KKM tahun ini lebih kepada riset dan bisa dilanjutkan untuk menyusun skripsi, itu yang paling penting, kenapa karena setelah mahasiswa KKM sebagai tuntutan akademik kampus, mereka juga harus menerapka protokol kesehatan dan berbaur dengan masyarakat dengan menggali potensi yang ada,” ucapnya.

Secara teknis, kata Hasim, mahasiswa dalam KKM kali ini tidak dituntut untuk tinggal di tengah masyarakat sepenuhnya, namun diberikan kebebasan untuk tinggal atau pulang pergi.

“Biasanya kan kita stay di posko, ini mahasiswa sekarang itu saat KKM bisa pulang pergi atau mengatur kunjungan, dan itu tidak perlu sepenuhnya bisa tentatif, karena KKM ini kan berbasis riset,” katanya. (De/red)