Harga Cabai di Pasar Merangkak Naik
PANDEGLANG – Sejumlah warga mengeluhkan harga cabai yang mulai naik 50 persen akibat cuaca buruk, sebab produksi cabai sudah mulai terbatas.
Dari pantauan di lokasi, cabai merah kriting dibanderol Rp 80 ribu per kilo, padahal harga sebelumnya hanya Rp 40 ribu per kilo, cabe rawit oren Rp 90 ribu per kilo, sebelumnya hanya Rp 50 ribu per kilo.
Kenaikan juga terjadi pada bahan lainya yakni, kentang Rp 18 ribu per kilo, sebelumnya Rp 15 ribu per kilo, Kol Rp 12 ribu per kilo, sebelumnya Rp 7 ribu per kilo, cabe rawit Rp 40 ribu per kilo, sebelumnya Rp 25 ribu per kilo, bawang merah Rp 30 ribu sebelumnya Rp 27 ribu per kilo, bawang putih Rp 32 ribu per kilo, sebelumnya Rp 27 ribu per kilo, tomat Rp 10 ribu per kilo, sebelumnya hanya Rp 7 ribu per kilo.
Hal tersebut juga di keluhkan Mumu seorang konsumen, menurutnya kebaikan harga sayur ini terlalu signifikan. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Pandeglang dapat mengatasi hal ini, agar harga sayur dapat stabil kembali.
“Ya mau bagaimana lagi, saya harap pemerintah segera turun tangan,” katanya saat ditemui di lokasi, Senin (13/1/2020).
Sementara itu, Pedagang sayur Pasar Badak, Aas menjelaskan, naiknya harga bahan kebutuhan pokok diakibatkan pasokan dipasaran menipis sejak satu pekan terakhir. Sehingga mengakibatkan harga cabai naik tajam. Selain itu, diperparah akibat petani mengalami gagal panen karena tanaman cabai terendam banjir.
“Kemungkinan ini efek dari hujan dan banjir, semuanya kan dari Jakarta di kirimnya, jadi ongkosnya mahal,” katanya.
Ia menambahkan, sejak harga sayuran mengalami kenaikan, dagangan mereka sepi pembeli dan sebagai penjual dirinya merasa bingung dengan kenaikan harga sayuran.
“Kita pedagang bingung sebagai penjual, tidak ada barang mau jual apa,” ujarnya. (De/Red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.