PANDEGLANG – Seorang warga Kampung Cikuya Lor, Desa Cikuya, Kecamatan Sukaresmi, Kakek Sadar terpaksa tinggal di gubuk reyot, karena hidup di bawah garis kemiskinan.

Kakek sudah berusia 100 tahun lebih, butuh perhatian pemerintah. Sebab, gubuk yang dijadikan tempat tinggal Kakek Sadar hanya berukuran 1,5 kali 2 meter dengan kondisinya sangat memprihatinkan. Karena dinding dan atap Gubuk yang mayoritas terbuat dari bambu itu, sudah banyak yang bocor.

Dari pengakuan kakek Sadar, dirinya menempati gubuk sudah dua tahun lebih. Meskipun atap rumah banyak yang bocor, penerangan yang hanya diterangi oleh sebuah lampu totok.

Bahkan, jika saat hujan tiba, air hujan masuk ke dalam gubuk, karena atap rumah yang terbuat dari daun rumbia itu sudah banyak yang bocor. Selain atap yang bocor, bangunan gubuk kakek Sadar juga nyaris roboh, bahkan sudah miring.

Untuk tempat tidurpun, dirinya hanya beralaskan sebuah tikar tipis tanpa kasur, di atas amben bambu yang ada di dalam gubuk tersebut.

Selain itu, kebutuhan makan dan minum setiap harinya, sang kakek hanya mengharapkan pemberian dari anak – cucunya serta tetangganya, karena sudah tidak mampu bekerja dan memasak sendiri.

Keberadaan sang kakek renta itu sempat viral di media sosial, setelah itu, sekarang ini sudah mulai banyak pihak yang mengunjungi kediaman kakek Sadar tersebut. Selain sejumlah dermawan, dari Dinas Sosial Pandeglang juga sudah meninjau keberadaan kakek Sadar.

Meski usia sang kakek renta yang tinggal di sebuah gubuk kurang layak huni itu, kondisi tubuhnya masih sehat. Hanya saja, tangan sang kakek itu memar bekas jatuh saat hendak pulang dari Mesjid.

Kakek Sadar mengatakan, dirinya sudah dua tahun lebih tinggal di sebuah Gubuk. Karena sebelumnya, dia tinggal bersama anaknya yang tidak terlalu jauh dari gubuk kakek Sadar tersebut.

“Dulu tinggal bersama anak saya. Namun karena kondisi rumah anak saya sama (kurang layak), dan cucu saya banyak. Makanya saya dibuatkan tempat tinggal di sini,” ungkap Kake Sadar, Senin (2/3/2020).

Dikatakannya, ia memiliki dua anak yang kini sudah berumah tangga. Namun kata kakek Sadar, bahwa satu anaknya tinggal masih di wilayah Desa Cikuya, dan satu anaknya lagi tinggal di daerah lain yang jaraknya lumayan jauh dari tempat kakek itu tinggal.

“Kalau makan tiap hari saya mengharapkan dikasih sama anak cucu saya,” katanya.

Sementara, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pandeglang, Nuriah mengaku, akan melakukan upaya penanganan terhadap kakek Sadar yang tinggal di gubuk tersebut. Namun saat ini pihaknya juga sudah menurunkan tim ke lapangan, untuk memberikan bantuan.

“Tentu kami akan upayakan, kami berencana akan membawa kakek Sadar itu ke Panti. Karena kasiah dia (kakek Sadar) tinggal seorang diri di gubuk itu,” katanya. (De/Red)