IDRI Selenggarakan Seminar Hibah Buku Ajar Ristekdikti
SERANG – Ikatan Dosen Republik Indonesia (IDRI) Banten, menyelenggarakan kegiatan Seminar Regional, Selasa (13/2/2019).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di ruang Audio Visual Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Banten.
“Kegiatan ini mengangkat tema Kiat Sukses Menembus Hibah Buku Ajar Ristekdikti. Kegiatan diikuti oleh sekitar lima puluh peserta Dosen dari berbagai perguruan tinggi di Banten,” ucap Ketua IDRI Banten, Achmad Rozi El Eroy.
Achmad melanjutkan, bahwa kegiatan seminar dimaksudkan untuk memfasilitasi para Dosen yang berkeinginan untuk mendapatkan Hibah Buku ajar, sekaligus memberi pencerahan kepada para Dosen tentang teknik menulis buku Ajar.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Supangat Rohani, MA yang merupakan Dosen Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, hadir sebagai pembicara.
Selain itu dihadirkan pula pembicara lainnya, yaitu Ade Hidayat, M.Pd (Penerima Dana Hibah Buku Ajar Ristekdikti tahun 2016) dan Andi Suhud T (Ketua Ikapi Banten).
Supangat Rohani dalam materinya menyampaikan ada beberapa alasan mengapa dosen harus menulis.
“Pertama kompetensi, aturan pemerintah/lembaga, kenaikan jabatan, kenaikan pangkat/golongan, adanya ragam reward (hibah, tunjangan) dan karrna faktor gagasan/idealisme. Disamping itu, ada ragam penulis buku yang setidaknya saat ini berkembang di kalangan Dosen, yaitu penulis yang berharap bukunya laku; penulis yang berharap dirinya tenar; penulis yang mempromosikanm keunggulan program lewat bukunya; dan penulis yang konsisten menawarkan semangat ideologinya. Dan seorang Dosen hendaknya dapat mengambil peran sebagai penulis yang dapat menawarkan keunggulan program dan menawarkan semangat ideologi,” paparnya.
Pembicara lain Ade Hidayat mengatakan, untuk mendapatkan hibah buku ajar Ristekdikti, yang harus diperhatikan oleh seorang Dosen adalah, Rancangan outline harus mengikuti rencana pembelajaran semester ( RPS) mata kuliah.
“Artinya, buku yang ditulis harus mampu menimbulkan minat baca dan memotivasi mahasiswa untuk belajar. Dirancang dan ditulis untuk mahasiswa, dan yang terpenting adalah disusun secara fleksibel, sistematis, terstruktur berdasarkan kebutuhan mahasiswa dan kompetensi akhir yabg diharapkan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, IDRI juga melaksanakan Rakerda sebagai forum untuk membahas dan merumuskan program kerja IDRI selama empat tahun kedepan. (Red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.