Kampung Iklim Randakari, Jadi Oase di Tengah Kepungan Industri
Cilegon – Sebagai wilayah yang berada ditengah-tengah kepungan industri, kehadiran kampung iklim yang berlokasi di Lingkungan Sukasari, RT 02, RW 01, Kelurahan Randakari, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, menjadi pemandangan yang cukup unik untuk dinikmati.
Ibarat oase ditengah gurun pasir, keberadaan kampung iklim yang digagas warga dengan memanfaatkan lahan yang ada dihalaman rumah, disulap menjadi kawasan hijau yang dihias dengan berbagai macam inovasi dengan menanam macam-macam tanaman, baik tanaman yang bisa dikonsumsi maupun tanaman hias.

Dikatakan Lurah Randakari Suimah, yang melatar belakangi dibentuknya Program Proklim ini, karena Kelurahan Randakari merupakan daerah industri dimana sehari-harinya warga bergelut dengan udara yang panas dan berdebu.
“Sebenarnya program ini telah di gagas sejak tahun 2016 lalu, saya bersama warga mengajak untuk melakukan penghijauan dengan memanfaatkan halaman rumah warga. Alhamdulillah berkat kesabaran dan kerja keras saat ini telah terbentuk Kampung Iklim ini. Tanaman yang ditanampun berbagai macam seperti Sawi, Tomat, Seledri, Kangkung dan Cabai Rawit (Cengek),” terangnya.
Suimah menambahkan, Proklim ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat, baik Kepala Keluarga, Ibu Rumah tangga dan juga para remaja.
“Kegiatan Proklim yang melibatkan semua masyarakat ini didominasi para ibu-ibu dan remaja, dikarenakan selain mempunyai banyak waktu para ibu-ibu lebih telaten dalam hal tanam menaman. Selain itu, membentuk Kelompok Wanita Tani kita juga membentuk Koperasi yang tujuannya untuk mensejahterakan anggotanya,” jelasnya.

Tidak hanya sebatas melakukan penghijauan, untuk mendukung keberadaan kampung iklim tersebut, para warga juga berlomba-lomba menghias dinding rumahnya dengan berbagai kreasi lukisan sehingga menambah kesan mendalam bagi siapa saja yang kebetulan singgah ke kampung ini.
Kepada Harian Banten, Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Rohyatul Miskah memaparkan, untuk kegiatan Kelompok Wanita Tani Maju Makmur, selain menanam berbagai jenis tanaman dan sayuran juga membentuk koperasi penghijauan penanaman dimasing–masing sub.
“RT 1 seledri, cengek, kangkung, sawi dan tomat memanfaatkan lahan yang sempit dengan menggunakan sistem hidroponik dan polybag. Bank sampah, lumbung ilmu, koperasi biwara dan kelompok tani,” terangnya.
Menurutnya, dengan adanya konsep seperti ini, sangat membantu terutama mendapatkan penghasilan dari masing-masing sub itu sendiri.
“Untuk pengelolaan nya sudah terorganisir dengan baik, dengan harapan terus berkembang menjadi pusat dari percontohan bagi RW yang belum melakukan penghijauan,” tutupnya.(Red/zal)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.