Keren! Dhafir Akhdan, Siswa SMP Al-Azhar Cilegon Ukir Prestasi, Lolos Pembinaan Talenta Nasional AI
HARIANBANTEN.CO.ID – Seorang pelajar SMP di Cilegon menarik perhatian lewat prestasinya di dunia teknologi. Namanya Dhafir Akhdan Zufarzan, siswa kelas 9 SMP Al Azhar 27 Cilegon, yang terpilih sebagai peserta Program Bina Talenta Indonesia (BTI) Tahap II jenjang SMP/MTs sederajat. Dari rumahnya di Puri Krakatau Hijau, Grogol, Dhafir melangkah ke panggung nasional lewat bidang Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI).
Berawal dari Rasa Penasaran
Ketertarikan Dhafir pada teknologi tumbuh dari rasa ingin tahu soal robot, kode, hingga cara kerja perangkat yang ia temui sehari-hari. Sejak percobaan kecil di rumah sampai proyek inovasi di sekolah, Dhafir terus mengasah kemampuannya.
Rangkaian prestasinya pun tak main-main:
- Juara II Creative Robot di Fun Robotic Competition (FRC) Tech-C tingkat kota
- Juara III Creative Innovation Junior di kompetisi inovasi Universitas Negeri Jakarta (UNJ)
- Masuk Top 5 Galeri Inovasi Anak Negeri 2025 Kota Cilegon lewat inovasi “Farmother”
Deretan capaian ini mengantarkan Dhafir masuk program BTI, ajang pembinaan talenta nasional yang dikelola Puspresnas.
Belajar AI hingga Buat Proyek Inovasi
Sebagai peserta BTI Koding dan Kecerdasan Artifisial, Dhafir kini mendapat materi pembelajaran tingkat lanjut. Mulai dari algoritma, pemrograman, kecerdasan buatan, sampai problem-solving berbasis teknologi.
“Saya ingin menciptakan sesuatu yang bermanfaat dan membawa nama sekolah serta kota saya lebih jauh lagi,” kata Dhafir.
Sekolah Bangga
Kepala SMP Al Azhar 27 Cilegon, Cardisa, mengaku bangga atas capaian Dhafir. Menurutnya, Dhafir adalah gambaran nyata dari pertemuan antara minat kuat, kerja keras, dan kesempatan.
“Dhafir siswa tekun dan kreatif. Kami bangga ia bisa lolos hingga tingkat nasional di Program Bina Talenta Indonesia. Semoga jadi motivasi bagi siswa lainnya,” ujarnya.
Cardisa menegaskan sekolah akan terus mendorong pengembangan talenta di bidang sains dan teknologi.
Kebanggaan Cilegon
Kisah Dhafir menjadi bukti bahwa potensi digital bisa tumbuh dari mana saja, termasuk dari kota industri seperti Cilegon. Dengan langkah visioner dan semangat belajar tinggi, Dhafir kini menjadi inspirasi bagi pelajar lain yang ingin menekuni dunia teknologi masa depan. (red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.