CILEGON – Serikat Buruh Krakatau Wahana(SBKW) menolak adanya restrukturisasi perusahaan karena dinilai hanya memikirkan untung untuk perusahaan.

“Restrukturisasi perusahaan ini, saya menilai abal – abal karena hanya mengoptimalkan pabrik yang sudah untung, bukannya menangani pabrik yang bermasalah,” ujar Ketua Pimpinan Unit Kerja(PUK) SBKW Nuryadin

Menurutnya, Silmy Karim Direktur PT. Krakatau Steel sama dengan marketing karena hanya memikirkan untung, tidak memikirkan kepentingan sosial dan masyarakat Cilegon.

“Restrukturisasi yang akan dilakukan perusahaan tidak akan menjamin keberhasilan PT. Krakatau Steel, jika ingin melihat dalamnya PT. Krakatau Steel yang sangat mengetahui adalah Komisaris yang kemarin mengundurkan diri karena beliaulah tau sesungguhnya dalaman PT. KS, bukan pak Silmy yang hanya tau kulitnya PT. KS,” jelasnya.

Pihaknya menilai PT. Krakatau Steel akan menghilang jika dilakukan restrukturisasi yang dilakukan oleh Silmy Karim.

“Yang kami takutkan adalah menghilangnya PT. Krakatau Steel akibat dari restrukturisasi ini yang akan dijalankan,” ungkapnya.

Sebetulnya, lanjut Nuryadin, menilai restrukturisasi tersebut hanya untuk menutupi masalah dari direksi sebelumnya.

“Restrukturisasi ini hanya untuk menutupi masalah-masalah yang tercium oleh kami karena banyak masalah yang di tinggalkan di PT. Krakatau Steel,” tuturnya. (adn/red)