Kontingen Cilegon Sabet Juara 3 di Ajang Lasqi Nusantara Fest 2025, Harumkan Nama Banten
HARIANBANTEN.CO.ID – Kontingen Lembaga Seni Qasidah Indonesia Nusantara Jaya (Lasqi NJ) Kota Cilegon sukses menyabet juara ke-3 pada ajang pemilihan duta qosidah nasional di Lasqi Nusantara Fest 2025 yang digelar di Bogor pada 4–7 Desember 2025.
DPD Lasqi Kota Cilegon yang mewakili Provinsi Banten mengirimkan empat delegasi pada kategori bintang vokalis anak-anak putra, pop islami remaja putri, pop islami dewasa putra, dan rebana klasik remaja putri.
Ketua Harian DPD Lasqi Kota Cilegon, Hafid, mengatakan dua kategori berhasil menembus juara nasional.
“Alhamdulillah yang mendapat juara itu adalah bintang vokalis anak-anak putra dan rebana klasik remaja putri, keduanya meraih juara ke-3 tingkat nasional,” kata Hafid melalui sambungan telepon, Senin (8/12/2025).
24 Tahun Konsisten Kirim Kontingen Nasional
Hafid menegaskan Lasqi Kota Cilegon konsisten mengirimkan perwakilan sejak 2001.
“Alhamdulillah kami tidak pernah absen mengirimkan kontingen mulai dari 2001 untuk tampil di event tingkat nasional,” ujarnya.
Pada ajang tahun ini, total 14 putra-putri terbaik diberangkatkan mewakili Banten.
Hafid menambahkan bahwa para juara nasional nantinya akan dipersiapkan untuk tampil pada event internasional seperti penyambutan tamu negara dan pentas seni Islami.
“Alhamdulillah tahun ini juara ketiga, ke depan mudah-mudahan kami mendapat juara terbaik. Persiapan mulai dilakukan sejak sekarang karena event ini berlangsung setiap tahun,” tuturnya.
Ketua Umum Lasqi Cilegon Bangga
Ketua Umum DPD Lasqi Kota Cilegon, Farah Fatika Sari, mengaku bangga atas prestasi ini.
“Meskipun saya baru beberapa bulan dilantik, mereka mampu mengharumkan nama Cilegon di kancah nasional. Mereka terus berlatih tanpa henti menjelang perlombaan,” ujarnya bangga.
Farah menilai kemenangan ini menjadi bukti bahwa generasi muda Cilegon memiliki potensi seni, kreativitas, dan nilai religius kuat.
“Kami berharap capaian ini memotivasi warga Cilegon untuk terus berkarya dan menjaga tradisi seni Islami,” lanjutnya.
Ia juga menegaskan pentingnya melestarikan seni qosidah sebagai budaya warisan leluhur.
“Cilegon ini kota santri. Banyak ibu-ibu mencintai musik qosidah dan gambus. Supaya tidak tergerus zaman, perlu kolaborasi dengan pemerintah dan legislatif untuk membawa nama baik kota,” tegasnya. (red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.