SERANG – Gelar nonton bareng, mahasiswa Banten mengecam pelemahan KPK dan mendukung pengusutan tuntas korupsi Banten.

Pada Jumat (11/4), mahasiswa Untirta menjadi inisiator pemutaran film endgame garapan watchdoc, pemutaran film yang dilaksanakan di Umah Kaujon ini ramai dihadiri lintas kampus dan elemen masyarakat.

Endgame merupakan film yang disutradarai Dandhy Laksono, seorang jurnalis dokumenter yang fokus membuat film mengenai isu-isu negara. Khusus di Endgame, Dandhy mengangkat polemik pelemahan KPK yang sedang terjadi hari ini.

Angga selaku inisiator dan penyelenggara dalam acara menuturkan bahwa acara ini dilatar belakangi oleh isu pelemahan KPK.

“KPK sedang diganggu secara internal dengan kasus pemecatan 75 orang pegawai melalui skema TWK, karenanya dengan film ini diharapkan penonton dapat tersadarkan bahwa adanya hal tersebut,” ungkap kepala departemen advokasi HMJ PBI tersebut. Sabtu (12/6/2021) melalui pesan tertulisnya.

Angga juga berharap, bahwa harus adanya tindak lanjut dari acara ini sebagai bentuk sikap yang idealnya diambil mahasiswa.

“HMJ PBI selaku inisiator mengajak kawan-kawan ormawa Untirta untuk melakukan pemutaran film dan berharap pernyataan sikap pengecaman terhadap pelemahan KPK harus dinyatakan oleh seluruh hadirin dalam acara,” tutupnya.

Sementara itu, Farhan Al-muflih salah satu pemantik yang khusus membahas isu korupsi yang diduga menjadi latar belakang pelemahan ini menanggapi dengan senada.

“Ya, musuh KPK dan kita semua tentunya adalah koruptor, dengan pelemahan KPK jelas adanya konsolidasi secara masif dan terstruktur dari mereka untuk menyerang KPK dari internal, kita juga jangan melupakan bahwa bahaya laten korupsi menjadi musuh bersama untuk kita, sementara KPK di lemahkan, Korupsi hari ini terus berjalan. Di Banten ada 3 kasus mega korupsi yang sedang diproses hukum, masyarakat harus terus mengawal, Kejati Banten hari ini harus kita awasi untuk terus mengusut tuntas 3 korupsi, yakni lahan samsat, hibah pesantren dan pengadaan masker, saya rasa siapapun yang hari ini melakukan tindakan dalam pengusutan korupsi harus kita dukung karena korupsi ini kejahatan luar biasa yang harus ditindak tegas,” ungkap mantan Presiden UMC tersebut.

Erwin Salpa Riansi selaku dosen Untirta yang sekaligus sebagai pembina dalam acara tersebut mengapresiasi penyelanggaran ini.

“Kegiatan kegiatan seperti ini memang harus banyak dilakukan oleh mahasiswa dan ini merupakan kegiatan yang sangat bagus” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa banyak hal yang bisa dilakukan oleh mahasiswa dalam menyikapi setiap kasus kasus yang berkaitan dengan korupsi, sebagian mahasiswa kemarin terlihat melakukan aksi, ada yang melakukan diskusi dan kajian, dan hari ini teman teman melakukan nobar film yang kemudian di diskusikan.

“Ini acara luar biasa, untuk berbicara hal hal semacam ini (korupsi) baiknya memang dilakukan oleh mahasiswa yang masih fresh secara pemikiran dan idelisme. Mudah mudahan acara ini tidak hanya sebatas nonton bareng dan diskusi tetapi ada tindak lanjut untuk sebuah solusi sekait dengan korupsi, segala bentuk korupsi harus kita lawan!,” tutupnya.

Kegiatan nonton bareng film ini diakhiri dengan pernyataan sikap yakni, Mengecam pelemahan dan pemberhentian 75 pegawai KPK, Mendukung pungusutan tuntas korupsi Banten. (*/Red)