SERANG – Mahasiswa Doktor Pendidikan Pascasarjana Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) mengadakan kegiatan ‘Pengabdian digitalisasi pembelajaran diera new normal’ seri 1 secara virtual dengan peserta sebanyak kurang lebih 1.000 peserta dari tenaga pendidik dari Provinsi Banten bahkan luar Banten.

Ketua Kegiatan Pengabdian Yani Setiani menyampaikan bahwa, kegiatan ini adalah salah satu dari lima kegiatan yang akan digelar pada bulan November ini. “Kita mahasiswa Doktor Pendidikan akan mengadakan lima kegiatan diantaranya, pengabdian seri 1, webinar seri 2, webinar seri 3 dan pengabdian antara kelas. Adapun pembicaranya diantaranya Dr. Cecep Anwar Hadi Firdos Santosa sebagai pengajar S3 Untira, kemudian Dr. Firmanul Catur Wibowo Dosen UNJ,” ujarnya kepada awak media saat ditemui di Kampus Untirta, Selasa (3/11/2020).

Adapun sasaran dari kegiatan tersebut, lanjut dia, adalah guru-guru dari tingkat SD, SMP dan SMA atau semua jenjang pendidikan di Banten maupun Indonesia.

“Di pengabdian juga kami ada sasarannya, produk yang dihasilkan dari peserta itu adalah membuat suatu produk dari google from, screencast, sofware dari media pembelajaran lainnya. Ini pertama kali digelar,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa, kegiatan ini dilaksanakan karena saat ini para guru dituntut untuk belajar jarak jauh atau daring yang membutuhkan sofwer-sofwer atau media-media untuk online.

“Harapannya guru-guru yang mengajar jarak jauh itu sudah terbiasa memberikan media pembelajaran kesiswanya itu online. Dari pemberian materi dan kegiatan lainnya,” jelasnya.

Ditempat sama, Koordinator Program studi Doktor Pendidikan Pascasarjana Untirta Prof Dr. Soleh Hidayat menyampaikan bahwa, sesuai dengan fungsi perguruan tinggi ada tiga pendidikan penelitian dan pengabdian masyarakat. Maka, program S3 atau Doktor pendidikan ini selain sudah melaksanakan perkuliahan harus melaksanakan kegiatan lain.

“Hari ini pengabdian masyarakat itu pemanfaatkan in pengetahuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat. Sesuai dengan ilmu kita (pendidikan) kami berpikir bagaimana kita sekarang ini sedang menghadapi masalah hambatan belajar karena Covid-19, tidak bisa dilakukan tatap muka, tapi pembelajaran harus berjalan. Maka, harus memanfaatkan teknologi,” katanya.

Pemecahan masalahnya adalah harus teknologi informasi agar para siswa memperoleh pelayanan pendidikan dan pembelajaran.

“Maka tema kita yang diangkat hari ini bagaimana pemanfaatan teknologi digital untuk mengatasi masalah hambatan belajar yang tidak bisa tatap muka, melalui pembelajaran jarak jauh atau daring. Tentu, para guru harus mempunyai bekalnya,” katanya.

Jadi, lebih lanjut, mahasiswa dan dosen melakukan kegiatan ini dengan intinya pemanfaatkan ilmu pengetahuan untuk memecahkan masalah belajar.

“Ini tujuan kegiatan hari ini, nanti akan dilanjutkan lagi dengan webinar untuk meningkatkan pemahaman bagi para guru khususnya bagaimana peran kurikulum sekarang diera pandemi Covid-19, peran teknologi pendidikan menghadapi masalah pandemi Covid-19 yang memaksa kita harus berubah. Tidak lagi kalau situasi zona merah guru tidak boleh ada pembelajaran yang hilang, maka dicari jalan keluarnya dengan memanfaatan teknologi pendidikan,” jelasnya.

Kegiatan ini juga akan rutin dilaksanakan, maka dirinya bersama mahasiswa merumuskan kembali atau mengidentifikasi masalah yang terjadi dimasyarakat terkait pendidikan dan pembelajaran.

“Intinya membantu pihak lain yang sedang menghadapi masalah pendidikan dan pembelajaran. Kita disitu perguruan tinggi berkontribusi membantu sebagai pemilik sumber intelektual dan sumber daya pengetahuan manfaatkan untuk membantu masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor Untirta Prof Dr. Fatah Sulaiman mengapresiasi inisiatif dari program study Doktor Pendidikan. Kata dia, ini juga kolaborasi antara mahasiswa dan dosen prodi program pendidikan Doktor untuk melakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang menurutnya sangat bermanfaat bagi pengembangan kualitas pembelajaran oleh para guru.

“Bukan hanya di Banten ini saya liat dari berbagai penjuru yang mengikuti kegiatannya ini seperti Sumatera, Jateng, Jatim dan Bangkabelitung. Saya kira kegiatan ini sesuatu yang harus dibudayakan dan dilanjutkan untuk tiap tahun,” katanya.

Bahkan, dirinya juga mengapresiasi subtansi materinya yang bagus, karena antusiasme dari peserta dan ada sesuatu yang baru yang harus dilakukan oleh semua para guru diera pandemi Covid-19 dan diera IT bahwa layanan pembelajaaran berbasis IT dengan memanfaatkan tool dan sistem aplikasi untuk meningkatkan proses belajar mengajar disekolah.

“Ini metodenya bisa daring atau pun lainnya, tapi yang pasti pemanfaatan tool itu tanpa mengurangi substansi fedagogik,” jelasnya. (HRS/Red)