Maulid Nabi 1441 Hijriyah: Revolusi Mental Menuju SDM Unggul Indonesia Maju
Oleh: Eza Yayang Firdaus (Wakil Sekertaris Bidang Pemberdayaan Anggota (PA) HMI Cabang Lebak)
Pada moment peringatan maulid Nabi Muhammad SAW kali ini banyak masyarakat muslim Indonesia sebagai penduduk muslim terbesar di dunia sudah tentu berharap yang terbaik akan berkehidupan berbangsa dan bernegara. Karena sesuai dengan pendapat Presiden dan Wakil Presiden yang mana beliau mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah sosok teladan. Dengan Nabi Muhammad menjadi panutan lantaran mampu mengubah umat manusia menjadi lebih baik karena lebih mengutamakan kepentingan diri sendiri menjadi kepentingan bersama.
Lantas bagaimana dengan keadaan Islam dengan pemeluknya Muslim (laki-laki) juga Muslimah (perempuan) yang phobia karena banyak disudutkan dengan istilah “Radikal” misalnya. Baru-baru ini keluar statement Menteri Agama Fahrul Rozi yang menggegerkan umat Islam Indonesia dengan rencana pelarangan terhadap PNS menggunakan celana cingkrang juga cadar ?
Jika dikembalikan kepada statement presiden tentang kepentingan bersama harus lebih diutamakan daripada kepentingan pribadi, apakah pendapat tentang rencana Menteri Agama dapat di pertanggung jawabkan sebagaimana kepentingan bersama umat Islam ? Belum lagi segelumet persoalan seperti BPJS kesehatan yang naik hingga 100 persen pada awal tahun 2020 di setiap kelas mulai dari kelas satu hingga kelas tiga, apakah itu juga akan menjadi kepentingan masyarakat Indonesia kebanyakan ? Atau justru hanya menjadi kepentingan oknum tertentu semata.
Belum selesainya pendekatan pemerintah pusat dengan beberapa daerah rawan konflik. Demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia seperti tertuang dalam pancasila sila ketiga ‘Persatuan Indonesia’ terlebih masyarakat Papua yang masih hangat dalam ingatan karena banyaknya pemberontakan akhir-akhir ini sehingga banyaknya korban jiwa dan gedung-gedung hancur bahkan masyarakat pendatang harus diungsikan dengan cara di kembalikan ke daerah asalnya demi menjaga keslamatannya, dan itu coba diredam oleh pemerintah pusat dengan menjanjikan pemekaran di dua wilayan yakni Papua Selatan dan Pegunungan. Apakah itu juga kepentingan bersama ? yang sedang diutamakan oleh Kemendagri melalu Tito Karnavian yang saat ini sedang memperjuangkan aspirasi masyarakat Papua, jika memang kepentingan bersam, lantas bagaimana dengan daerah lain yang inginkan juga pemekaran baik di tingkat Kabupaten/Kota maupun Provinsi. Ataukah harus melakukan tindakan yang sama seperti Papua ?
Bagi saya kebijakan pemerintah pusat saat ini harus lebih disesuaikan lagi dengan visi yang diusung oleh Presiden Joko Widodo dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin tentang ‘SDM Unggul Indonesia Maju’ terlebih pada peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, karena bagaimana pun sumber daya manusia (SDM) erat kaitannya dengan karakter atau dalam islam dikenal dengan akhlakul karimah (sikap terpuji). Jadi ketika memang periode pertama Jokowi mengusung visi ‘Revolusi Mental’ dengan lebih mengutamakan pembangunan fisik, harusnya di periode kedua saat ini pembangunan non fisik yang dilakukan oleh Jokowi harus lebih mengena lagi kebijakannya tentang pendidikan karakter utamanya. Mengingat masih maraknya kasus korupsi di Indonesia yang itu sama sekali tidak mencerminkan sikap terpuji, belum lagi kebakaran hutan yang kembali terjadi akhir-akhir ini di pulau Sumatera dan banyak permasalahan tambang yang tidak dilakukan penghijauan kembali oleh para oknum pengusaha nakal.
Ternyata mental/akhla ini mempunyai kedudukan tertinggi dalam islam, dikutip dari As-Sunnah, yaitu hadist-hadist Nabi Muhammad S.A.W: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia”. Bahkan Nabi Muhammad SAW jamandahulu mengajarkan adab dahulu baru setelah itu ilmu, karena apabila mengajarkan ilmu dahulu baru mengajarkan adab jadinya ya seperti jaman kita sekarang. Tidak sedikit orang pinter (baik ilmu atau agamanya) tetapi menjadi keblinger.
Menurut wikipedia, Etika Islam atau Adab dan Akhlak Islamiyah adalah etika dan moral yang dianjurkan didalam ajaran Islam yang tercantuk didalam Al-Qurab dan Sunnah, engan mengikuti contoh dari teladan Nabi Muhammad SAW.
Yang didalam akidah Islamiyah dinyatakan sebagai manusia yang paling sempurna akhlaknya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.