HARIANBANTEN.CO.ID, CILEGON – Rumah Peradaban Banten (RPB), yang beralamat di Jl. Sunan Kudus, Samangraya, Kec. Citangkil, Kota Cilegon, Banten, menggelar Istigosah kebangsaan. Jum’at (8/4/2022).

Kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang rutin diselenggarakan oleh RPB setiap enam bulan sekali. Namun dimasa pandemi, dua tahun terakhir ini kegiatannya di tiadakan.

Ketua RPB, Huluful Fahmi mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian aktifitas yang sudah kerap dilakukan oleh RPB. Setelah melakukan aktifitas rutin mengajar kelas bahasa Inggris yang digratiskan pada setiap minggunya, setelah anak-anak ujian maka kegiatan di isi oleh Istigosah Kebangsaan yang bertajuk Mendoakan Indonesia dari Desa.

“Mendoakan Indonesia dari Desa ini, merupakan harapan terakhir bagi ikhtiar kami yang sudah dilakukan di RPB. Setelah menjalankan banyak aktifitas rutin kelembagaan, maka kita bersama-sama antara masyarakat, pemerintah, industri beserta para kiai, ustad dan tokoh masyarakat, kita berdoa untuk perjalanan bangsa Indonesia kedepan lebih baik,” ungkapnya.

Fahmi menjelaskan, Bahwa nuansa semacam ini, dengan saling bertemu antara banyak fihak, maka menciptakan kedekatan emosional yang terbangun, sehingga kita bisa saling memahami dan merasakan satu sama lainnya.

“Terlebih bagi para industri, komunikasi dengan menggunakan instrumen kebudayaan, yang kaya dengan nilai-nilai semacam ini, bisa mencairkan suasana yang kerap aga tegang dengan masyarakat dan lingkungan,”ujarnya.

Dalam kesempatan itu juga turut hadir ketua DPRD Kota Cilegon, Isra Miraj, Kiai Humaidi sebagai tokoh ulama kharismatik kota Cilegon, para pimpinan pondok pesantren yang berada disekitar, para santri, serta banyak tokoh masyarakat, pemuda dan pengusaha Kota Cilegon. (*/red)