Novel di Sudut Senja Lahir dari Keterpurukan
PANDEGLANG – Pendiri sekaligus Ketua Taman Baca Masyarakat (TBM) Saung Huma Pandeglang, Munawir Syahidi akhirnya merampungkan novel pertamanya yang berjudul ‘Di Sudut Senja’.
Novel yang ditulis dan di dalamnya menggambarkan rangkaian peristiwa yang di alami penulis, adalah proses awal bagi Munawir dalam menulis.
Kepada Harian Banten, Munawir membeberkan isi novel tersebut.
“Ada peristiwa besar yang menyebabkan rangkaian cerita pada novel di sudut senja tersebut, yang membuat saya terkekang dalam pergaulan. Sejatinya 2007-2008 adalah umur dimana saya beranjak menjadi manusia yang layak mendapatkan KTP usia saya delapan belas tahunan, usia itu adalah usia rentan bagi sebagian remaja,” jelasnya, Rabu (30/1/2019).
Tahun-tahun itu, lanjut Munawir, ada sesuatu hal yang terjadi didalam kehidupan keluarganya, perihal ibu bapak dan masyarakat.
“Saya tidak mau menceritakannya disini. Setiap pulang sekolah, di rumah saya nyaris tidak punya teman, saya sendiri menikmati hidup sebagai seorang remaja, beberapa aktivitas yang terjadi tertulis dalam novel tersebut, seperti menghangatkan nasi di tungku tanah adalah aktivitas yang saya lakukan sepulang sekolah. Terkekangnya pemikiran, tidak adanya tempat untuk membuang keluh kesah diri, akhirnya membuat saya melarikannya pada aktivitas menulis,” ujarnya.
Jalan cerita pada novel di sudut senja, sambung Munawir, cerita besarnya, konfliknya bukan yang benar-benar terjadi, hanya beberapa peristiwa kecil yang lebih pada penggambaran suasana masyarakat Cibaliung saja yang di tuliskannya agar dapat mencapai gambaran yang ideal dari sebuah latar.
Keterpurukan jiwa remaja saat itu, masih kata Munawir, bergumul dengan harapan-harapan dimasa yang akan datang, kisah cinta yang imajiner sekali yang tidak dialami oleh penulis.
Lembaran buku tulis yang setiap hari diisi dengan berbagai kisah yang disambungkan itu lama-kelamaan terangkai menjadi sebuah kisah remaja tahun 2008an masa SLTA dengan berbagai masalahnya.
Walaupun akhirnya tidak dapat dipungkiri, lanjutnya, jiwa penulis yang luka karena masalah didalam keluarga tergambar pada beberapa bagian dengan masalah yang lain.
“Saya ingin memperkenalkan Cibaliung, Ujung Kulon dan kondisi masyarakatnya dalam sebuah kisah. Anda yang bosan dengan latar dan cerita yang mungkin sudah dapat anda tebak, bolehlah baca novel di sudut senja. Kisah di kampung, di kota, remaja, cinta, cita-cita dan masalah keluarga yang menghiasi setiap jalan ceritanya. Mungkin anda tertarik membacanya?,” pungkasnya.
Diketahui, Munawir Syahidi Lahir di Pandeglang pada 9 September 1990.
Pernah Belajar dan lulus di UIN Banten tahun 2013.
Pernah aktif di Gesbica UIN Banten dan Kumaung, yang sekarang sedang asik di kampung mengajar dan belajar di TBM Saung Huma.
Di akhir obrolan, Munawir menyampaikan, bagi yang berminat untuk memiliki novel ‘Di Sudut Senja’ bisa melakukan pemesanan lewat nomor telepon (0852-7101-4377). (Baehaqi Rizal)
A. Riwayat Novel ‘Di Sudut Senja’ :
Penulis : Munawir Syahidi
ISBN : 97860-24-433338
Penerbit : Guepedia Publisher
Ukuran : 14 x 21 cm
Tebal : 264 halaman
B. Biodata Munawir Syahidi
1. Ketua Umum Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Gema Seni Budaya Islam Campus (Gesbica) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanudin (SMH) Banten Periode 2012
2. Pendiri sekaligus Ketua TBM Saung Huma
3. Tenaga Pendidik (Guru) di Salah Satu Sekolah di Pandeglang, Banten. (Hb/Zal/Red)




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.