CILEGON – Pengurus Besar Al-Khairiyah menggelar kegiatan Seminar Internasional bertempat di Gedung Serbaguna Brigjen KH Syam’un tepatnya di Lingkungan Kampus Al-Khairiyah, Selasa, (01/10/2019).

Kegiatan dihadiri oleh seluruh Mahasiswa Al-Khairiyah dengan dibuka langsung kegiatan tersebut oleh Pengurus Besar (PB) Al-Khairiyah yang pada kesempatan ini diwakili Pembina pondok pesantren Al-Khairiyah yakni Alwiyan Q Syam’un.

Dalam sambutanya Alwiyan Q Syam’un mengatakan, seminar ini sebagai pemantik terhadap mahasiswa sehingga melahirkan Jiwa yang Kreatif Inovatif dan menjunjung tinggi nilai-nilai normatif.

“Karena kedepan persaingan dalam kehidupan Sosial, Ekonomi Politik akan semakin tinggi dan bersaya saing maka dengan ini PB Al-Kahiriyah adakan Seminar Internasional,” ucapnya.

Sementara salah satu narasumber Mufti Ali, Ph.d Dewan pakar Al-Khairiyah mengatakan, dalam penyampaian nya bahwa seminar ini merupakan Sebagai Pemantik terhadap Dosen, Guru, serta mahasiswa.

“Untuk bisa menempuh dan melanjutkan jenjang pendidikannya ke Luar Negeri baik di Al-Azhar University atau Leeuven University itu semua tentunya akan di Fasilitasi setelah Lulus Tahap Seleksi,” katanya.

Selain itu panitia pelaksana Ahmad Munji menjelaskan kegiatan seminar Internasional ini akan dilakukan setahun dua kali, dengan berkordinasi ke perguruan tinggi, namun untuk pelaksanaanya dilaksanakan oleh Lembaga Kursus dan Pelatihan.

“Semoga ini bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk selanjutnya, karena dengan Seminar Internasional Ini mahasiswa bisa menambah pengetahuan secara luas, walaupun skarang jaman sudah Canggih namun perlu narasumber untuk memberikan pemahaman dan keabsahannya,” jelas, Ahmad Munji Direktur LKP Global Training Center Al-Khairiyah.

Perlu diketahui kegiatan perkuliahan umum dilaksanakan rutin oleh Al-Khairiyah setiap semester, baik di Semester Ganjil ataupun di Semester Genap, dengan tujuan memberikan pemahaman-pemahaman kepada mahasiswa Al-khairiyah.

Pada kali ini seminar di samaikan langsung oleh Prof. Amr Ryd Guru Besar Leeuven University Belgium dan Mufti Ali, Ph.d Dewan pakar Al-Khairiyah. (ZUL/Red)