Senam Ritmik Perdana di POPDA Banten 2026, Kota Cilegon Langsung Raih Dua Medali Emas
HARIANBANTEN.CO.ID – Debut nomor senam ritmik pada cabang olahraga gimnastik di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII Banten 2026 menjadi momen bersejarah bagi Kota Cilegon. Untuk pertama kalinya dipertandingkan dalam sejarah POPDA Banten, nomor tersebut langsung menyumbangkan dua medali emas bagi kontingen tuan rumah.
Ketua Federasi Gymnastic Indonesia (FGI) Kota Cilegon, Ariesta, mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut. Menurut dia, keberhasilan itu menjadi bukti bahwa perjuangan menghadirkan nomor senam ritmik ke dalam agenda pertandingan POPDA membuahkan hasil.
“Senang sekali, karena kemarin senam hampir dicoret. Kami berjuang agar tetap dipertandingkan dan akhirnya menghasilkan prestasi. Bahkan dua medali emas dari nomor ritmik sesuai dengan perkiraan kami,” ujar Ariesta.
Ia menjelaskan, selama ini cabang gimnastik di POPDA hanya mempertandingkan nomor artistic gymnastics dan aerobic gymnastics. Sementara itu, nomor senam ritmik belum pernah masuk dalam daftar pertandingan.
Melihat potensi atlet yang dimiliki Kota Cilegon, FGI kemudian mengusulkan agar nomor senam ritmik dipertandingkan pada POPDA XII Banten 2026. Usulan tersebut didasarkan pada pemetaan kekuatan atlet yang dimiliki daerah.
“Saya berusaha keras supaya ritmik bisa dipertandingkan karena kami memiliki atlet yang bisa diandalkan. Ternyata hasilnya sesuai harapan. Dua emas berhasil diraih dari nomor ritmik,” katanya.
Di balik keberhasilan tersebut, Ariesta berharap prestasi atlet gimnastik dapat diikuti dengan peningkatan dukungan terhadap sarana dan prasarana latihan. Menurut dia, hingga kini FGI Kota Cilegon masih menghadapi keterbatasan fasilitas latihan yang memadai.
Ia mengatakan, selama bertahun-tahun atlet dan pelatih belum memiliki tempat latihan permanen untuk menyimpan sekaligus menggunakan peralatan gimnastik yang berukuran besar.
“Saya hanya ingin ada tempat yang layak. Alat-alat gimnastik itu besar dan banyak. Karena tidak memiliki tempat permanen, kami sering bongkar pasang sehingga banyak alat yang rusak,” ungkapnya.
Ariesta menilai, keberadaan satu aula latihan dapat dimanfaatkan secara bersama-sama oleh berbagai cabang olahraga yang menggunakan matras, seperti kempo, judo, dan pencak silat.
“Kalau ada satu aula saja, itu bisa dimanfaatkan bersama-sama. Bukan hanya untuk gimnastik, tetapi juga untuk cabang olahraga lain. Tinggal mengatur jadwal latihan saja,” ujarnya.
Ia berharap prestasi yang diraih atlet gimnastik pada POPDA XII Banten 2026 menjadi pertimbangan bagi Pemerintah Kota Cilegon untuk memberikan dukungan fasilitas yang lebih baik guna menunjang pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Menurut Ariesta, keberhasilan menghadirkan nomor senam ritmik dalam POPDA tahun ini juga menjadi tonggak penting bagi perkembangan gimnastik di Banten.
“Cilegon menjadi salah satu daerah yang memperjuangkan agar ritmik bisa dipertandingkan di POPDA tahun ini. Sebelumnya nomor ini tidak pernah ada. Alhamdulillah sekarang bisa dipertandingkan dan menghasilkan prestasi untuk Cilegon,” tutupnya. (Red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.