Setengah Tahun Tembus Angka 445 Kasus DBD
PANDEGLANG – Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang mencatat terjadi peningkatan penderita demam berdarah dibanding tahun lalu, hal itu terlihat pada semester awal sudah ada 445 kasus.
Hal ini dikatakan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang, Dr. Ahmad Sulaiman, saat ditemui di ruangannya, Rabu (1/7/2020).
Ia mengatakan, jumlah penderita DBD di wilayah Kecamatan Sumur, bisa dikatakan lebih banyak bila dibandingkan dengan jumlah penderita DBD di Kecamatan-Kecamatan yang lain.
“Untuk saat ini, kasus terbanyak berada di Kecamatan Sumur dan sisanya tersebar di beberapa Kecamatan lain. Peningkatan kasus DBD ini memang tidak mudah diagnosisnya. Satu hal yang harus dicamkan, diagnosis DBD itu harus lewat pemeriksaan laboratorium,” katanya.
Sulaiman menjelaskan, meningkatnya DBD di Sumur bukan sesuatu yang mengagetkan. Mengingat kawasan Sumur pada umumnya, tergolong wilayah endemis DBD.
“Kejadian ini bisa terjadi dimana pun, tinggal masalahnya, bagaimana masyarakat bisa mencegah terjadinya DBD. Karena penyakit ini yang disebabkan oleh virus yang dihantarkan oleh vektor nyamuk, tapi yang jelas Kecamatan Sumur memang endemis DBD,” ucapnya.
Meski meningkat, namun Dinkes belum mengarahkan kasus tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Soalnya Sulaiman menjabarkan, jumlah penderita yang muncul ini belum mengkhawatirkan.
“Indikator KLB dapat dilihat pada jumlah kasus penyakit DBD dalam rentang waktu tertentu, meningkat drastis hingga 2 atau 3 kali lipat dari biasanya. Kemudian dilihat dari angka kematian yang ikut meningkat,” ujarnya.
Walaupun untuk bulan juni ini hanya 8 orang yang dinyatakan positif DBD, bukan berarti tidak berpotensi bertambah. Sebab, dimungkinkan ada warga lain yang mengalami panas, namun belum mendapat penanganan medis dari puskesmas.
“Jumlah yang positif DBD kemungkinan masih bisa bertambah, karena mungkin ada warga yang belum berobat ke Puskesmas yang jaraknya jauh. Jadi mungkin petugas yang harus turun sendiri kelapangan guna melihat kondisi kesehatan masyarakat,” tuturnya.
Sulaiman mengingatkan warga yang tinggal di wilayah padat penduduk, memiliki banyak tempat pembuangan sampah, untuk selalu waspada dengan penyebaran DBD.
“kami menghimbau kepada seluruh warga Pandeglang, agar selalu menjaga kebersihan. Apalagi sekarang sudah memasuki musim penghujan, kita harus senantiasa menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal kita, membuang sampah seperti botol plastik, agar terhidar dari DBD,” katanya. (De/red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.