Menu

Mode Gelap
Ada Pulau Merak Kecil dan Besar, Cilegon Punya Potensi Pariwisata Seperti Sentosa Island Gelar Demo, Warga Korban Pemagaran dan Pensiunan KS Minta Walikota Cilegon Hadir di Tengah Permasalahan Layaknya Nyoblos Presiden, Warga Kadipaten Menggelar Pemilihan Ketua RT dan RW Secara Langsung Usai Sukses Gelar Khitan Massal, Sanuji Agendakan Nikah Massal PMK Pada Hewan, Presiden: Segera Berikan Vaksin

Cilegon · 17 Mar 2019 15:31 WIB ·

UMKM Wuni Wood di Ciwandan Manfaatkan Drum Bekas Jadi Kursi


 UMKM Wuni Wood di Ciwandan Manfaatkan Drum Bekas Jadi Kursi Perbesar

CILEGON – Tergabung dalam Sanggar Wuni Kreasi, sejumlah pemuda kreatif di Lingkungan Kubangsaron, Kelurahan Tegalratu, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, membentuk unit usaha yaitu Wuni Wood.

Melihat banyaknya limbah drum dan kayu di sekitaran industri, mereka mencoba ‘think out of the box’ dengan menyulap limbah drum dan kayu yang biasanya langsung dijual, kini dimanfaatkan oleh kelompok pemuda tersebut untuk diolah menjadi barang yang unik dan kreatif serta memiliki nilai jual yang tinggi.

Satu set kursi drum bekas misalnya, dibandrol dengan harga Rp 1.990.000 dengan alas kayu.

Sedangkan, untuk kursi drum bekas dengan alas busa, dibanderol dengan harga Rp 2.500.000.

Nur Cholis, salah satu pegiat Wuni Wood mengatakan, dirinya bersama para pemuda di kampung mencoba memanfaatkan barang bekas tersebut dengan nilai jual yang cukup lumayan.

“Ya, kita mencoba membuat program berkelanjutan yang profit oriented. Karena bahan baku di sini banyak limbah kayu dan drum, kita main di situ,” jelasnya kepada Harianbanten, melalui rilis, Minggu (17/3/2019).

Ia menuturkan, saat ini Wuni Wood memasarkan produknya melalui media sosial dan jejaring teman-teman.

“Di Instagram kita bisa follow @wuniwood barang yang sudah kita bikin dishow di ig. Ada juga Facebook, dan Whatsapp” paparnya.

Ia berharap, kedepan, usaha yang dibangunnya itu dapat terbangun sistem dan management yang baik, sehingga mendapatkan profit yang baik.

“Saat ini kita masih proses untuk management dan sistemnya. Sambil berbenah sambil jalan,” tambahnya.

*Profit Untuk Sosial*

Selain memberdayakan pemuda di kampungnya yang menarik di UMKM Wuni Wood, adalah keuntungan dari hasil penjualan digunakan untuk pemberdayaan anak-anak dan remaja melalui berbagai program.

“Seperti kegiatan kesenian, kita libatkan remaja di kampung untuk terlibat. Contohnya Marawis, untuk membayar pengajar marawisnya dari keuntungan jualan produk Wuni Wood ini,” terangnya. (Lis/Red)

Artikel ini telah dibaca 770 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Handayani, Atlet Difabel Asal Cilegon Naik Podium ASEAN Para Games di Hari Ulang Tahun

7 Agustus 2022 - 09:25 WIB

Dugaan Pungli di Tepian Kembali Marak : Puluhan Pedagang Disamping SDN Kedalaman IV Diminta Uang Kebersihan

5 Agustus 2022 - 17:36 WIB

Helldy Ajak Mahasiswa Untuk Menjadi Agen Perubahan di Cilegon

3 Agustus 2022 - 21:45 WIB

Dikunjungi Siswa SMAIT Bina Insani, Sanuji: Tips Menjadi Sukses Kuncinya Jujur

29 Juli 2022 - 22:06 WIB

Ajak Mahasiswa Unival Berkontribusi Untuk Negara, Sherly Annavita: Rubah Pola Pikir Agar Lebih Revolusioner

28 Juli 2022 - 19:40 WIB

Rumah Peradaban Banten Berbagi Daging Kurban

10 Juli 2022 - 19:29 WIB

Trending di Pendidikan
error: Content is protected !!