Usulkan Program Strategis Untuk Kota Cilegon, PPMC Dukung 100 Hari Kerja Robinsar-Fajar
HARIANBANTEN.CO.ID – Gebrakan pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon, Robinsar-Fajar, dalam 100 hari kerja pertama mereka menjadi sorotan masyarakat.
Sejak dilantik di Istana Negara pada 20 Februari 2025, harapan besar disematkan kepada kepemimpinan baru ini untuk membawa perubahan bagi Kota Cilegon.
Presiden Persatuan Perjuangan Masyarakat Cilegon (PPMC), Isbatullah Alibasja, menilai bahwa meskipun waktu 100 hari kerja bukanlah hal yang mudah, Robinsar-Fajar telah menunjukkan langkah nyata dalam membenahi berbagai persoalan di kota industri ini.
“Kita patut mengapresiasi beberapa kebijakan yang telah dijalankan oleh pasangan ini, seperti penyelesaian masalah Masjid Agung Nurul Ikhlas, perbaikan Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang vital bagi pemudik menuju Pelindo II, serta upaya menertibkan tagihan macet di Dinas Pekerjaan Umum yang mencapai miliaran rupiah, serta menyelesaikan honor guru madrasah dan guru SD, PAUD dan SMP,” ujar Isbatullah, Selasa (1/4/2025).
Aktivis senior ini juga menyoroti langkah Robinsar-Fajar dalam merekonsiliasi politik, menjalin komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan, serta mendengar langsung aspirasi rakyat.
PPMC Siapkan Usulan Program Strategis
Sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan Kota Cilegon, PPMC dalam waktu dekat akan menyampaikan sejumlah usulan program strategis bagi Kota Cilegon.
Menurut Isbatullah, masyarakat harus berperan aktif dalam mengawal pembangunan agar berjalan sesuai kepentingan rakyat.
“Kita harus memberikan kesempatan kepada pasangan muda Robinsar-Fajar untuk bekerja dan membenahi Kota Cilegon. Kepemimpinan sebelumnya menyisakan banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, dan tentu kami akan berupaya mengawal, mengingatkan, serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan demi kemajuan kota tercinta ini,” ujarnya.
“Dalam momentum Syawal ini, PPMC akan mengadakan halal bihalal sekaligus pelantikan pengurus baru. Acara ini juga akan menjadi ajang diskusi mengenai proyek strategis daerah, seperti ‘Pelabuhan Cilegon Mandiri’ dan ‘Penyelamatan Industri Strategis Nasional’,” tambahnya.
Isbatullah menegaskan bahwa partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan agar pembangunan di Cilegon tidak hanya bergantung pada pemerintah.
“Rakyat Cilegon tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita semua harus turun tangan, menyingsingkan lengan baju, dan bekerja bersama untuk membangun daerah ini,” katanya.
Di tengah semangat Hari Raya Idul Fitri, ia juga menyampaikan pesan persatuan dan perjuangan kepada masyarakat Cilegon yang dikenal religius dan memiliki sejarah panjang dalam pergerakan rakyat.
“Mari kita bergandengan tangan untuk mewujudkan Cilegon sebagai ‘Kota Serambi Madinah yang Adil dan Sejahtera Lahir dan Batin’. Mohon maaf lahir batin, dan mari terus berjuang untuk kemajuan kota kita tercinta,” pungkasnya. (ASEP/Red)




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.