Banten Tak Hanya Pantai, Ini 7 Situs Religi dan Sejarah yang Perlu Dijelajahi
HARIANBANTEN.CO.ID – Tidak hanya dikenal dengan pantai-pantainya yang eksotis, Provinsi Banten juga menyimpan kekayaan destinasi wisata religi dan sejarah yang sarat nilai budaya dan spiritual.
Dari klenteng berusia tiga abad hingga situs makam para tokoh penyebar Islam, Banten menghadirkan beragam tempat yang tak hanya memanjakan mata, tetapi juga menggugah hati dan pikiran.
Berikut tujuh destinasi religi dan sejarah yang layak masuk dalam daftar kunjungan Anda:
1. Klenteng Boen Tek Bio, Tangerang
Berdiri sejak 1684, Klenteng Boen Tek Bio di kawasan Pasar Lama, Kota Tangerang, merupakan salah satu klenteng tertua di Indonesia. Selain menjadi tempat ibadah umat Tionghoa, klenteng ini juga menjadi simbol akulturasi budaya Tionghoa dan lokal. Arsitekturnya yang khas dengan dominasi warna merah dan emas, serta ornamen naga dan burung phoenix, memberikan kesan megah sekaligus penuh makna filosofis dari ajaran Tao, Buddha, dan Konfusianisme.
2. Masjid Agung Tanara, Serang
Masjid ini merupakan saksi bisu penyebaran Islam di Banten. Didirikan oleh Sultan Maulana Hasanuddin, Sultan pertama Banten, pada abad ke-16, Masjid Agung Tanara menjadi pusat kegiatan spiritual dan sosial masyarakat pada masa kejayaan kesultanan. Arsitektur atap tumpang dan ukiran mihrabnya memadukan keindahan seni dan kesederhanaan khas Nusantara.
3. Batu Quran, Ciwandan
Di kawasan Ciwandan, Kota Cilegon, terdapat fenomena alam unik yang dikenal sebagai Batu Quran. Batuan alami ini diyakini masyarakat menyerupai susunan huruf hijaiyah. Meski secara ilmiah belum terverifikasi, formasi batu ini kerap dikaitkan dengan nilai spiritual dan kerap menjadi tujuan wisata religi yang sarat kontemplasi.
4. Makam Syekh Abdul Jabar, Serang
Syekh Abdul Jabar dikenal sebagai salah satu ulama besar Banten yang memiliki peran penting dalam penyebaran Islam. Makamnya di Kecamatan Keramatwatu selalu ramai diziarahi, terutama oleh mereka yang ingin mengenang perjuangan dakwah sang tokoh. Kawasan makam yang rindang dan tertata menghadirkan suasana yang tenang dan penuh kekhusyukan.
5. Kota Kuno Banten
Banten Lama menyimpan jejak kejayaan Kesultanan Banten yang pada abad ke-16 hingga 18 menjadi pusat kekuasaan Islam dan perdagangan internasional. Situs-situs seperti Benteng Surosowan, reruntuhan Keraton Kaibon, serta Masjid Agung Banten menjadi saksi bisu kemegahan masa lalu. Masjid Agung Banten sendiri dikenal karena menara ikoniknya yang dirancang arsitek Tionghoa, simbol toleransi dan keterbukaan.
6. Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama
Tidak jauh dari kawasan kota kuno, museum ini menyimpan ribuan artefak dari masa Kesultanan Banten. Mulai dari keramik asing, koin kuno, hingga senjata tradisional dan peralatan rumah tangga, koleksi museum memberikan gambaran utuh tentang kehidupan masyarakat Banten di masa silam.
7. Pulau Cangkir, Tangerang
Terletak di Desa Kronjo, Pulau Cangkir menggabungkan wisata alam dan religi. Pulau ini menjadi tempat dimakamkannya Syekh Waliuddin atau Pangeran Jaga Lautan, putra Sultan Hasanuddin. Selain makam, pengunjung juga dapat menjumpai sumur keramat serta kawasan hutan bakau yang sejuk dan asri. Keberadaan Jembatan Swadaya sejak 1995 mempermudah akses menuju pulau yang dahulu terpisah akibat abrasi ini.
Destinasi-destinasi tersebut memperlihatkan bahwa Banten adalah tanah yang kaya akan sejarah dan nilai-nilai keagamaan.
Mengunjunginya bukan hanya soal pelesir, tetapi juga perjalanan batin dan pelajaran budaya yang tak ternilai.
Sebelum berkunjung, pastikan untuk memeriksa informasi terkini mengenai akses dan ketentuan wisata agar perjalanan Anda lebih nyaman dan bermakna.
Penulis: Asep Tolet | Harianbanten.co.id



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.