SDN Kebondalem Jadikan Sekolah Ramah Anak
CILEGON – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kebon Dalem Kelurahan Kebondalem mendeklarasikan sebagai Sekolah Ramah Anak (SRA) dan akan menjadi perwakilan salah satu Sekolah Dasar untuk penilaian salah satu Indikator Kota Layak Anak tingkat Nasional pada bulan April 2019 mendatang.
“Saya ucapkan terimakasih kepada instansi terkait seperti Dindik dan DP3AKB Cilegon yang telah memilih SDN Kebondalem menjadi SRA serta menjadi perwakilan salah satu SD untuk mengikuti penilaian ke Tingkat Nasional,” terang Usmiati selaku Kepala Sekolah SDN Kebondalem, saat ditemui usai Peluncuran SRA dihalaman SDN Kebon Dalem, Rabu (20/3/2019).
Dikatakan Usmiati, banyak prestasi yang telah di raih oleh SDN Kebon Dalem, seperti lomba Sekolah Karakter Tingkat Nasional, Sekolah Sehat Tingkat Provinsi, Sekolah Adiwiyata Menuju Tingkat Nasional, Sekolah ber-PHBS tingkat Kota Cilegon, SRA dan akan dijadikan Model Sekolah Sehat.
“Prestasi yang telah diraih oleh SDN Kebondalem berkat dukungan dan dorongan dari instansi terkait, Kecamatan, Komite Sekolah serta para wali murid,”terang Usmiati.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perempuan dan Anak pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Cilegon Retno Windarwati menuturkan, SDN Kebondalem akan menjadi lokasi khusus penilaian salah satu indikator Kota Layak Anak yakni SRA.
“Kita ingin meningkatkan KLA dari Pratama menjadi Madya,dimana salah satu indikatornya yakni SRA, dimana pada Bulan April 2019 mendatang Sekolah ini (SDN Kebondalam) akan ditinjau oleh tim penilai dari Pusat,”jelasnya.

Dikatakan Retno Tujuan dari SRA yakni untuk mencegah kekerasan terhadap anak, mencegah anak mendapatkan kesakitan karena keracunan makanan, mencegah anak menjadi perokok, menciptkan hubungan antar warga sekolah dan memudahkan pemantauan kondisi anak selama berada di sekolah.
Ditempat yang sama Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon Muhtar Gozali menuturkan, SRA merupakan sekolah yang diprogramkan oleh Dindik Cilegon, dimana saat ini sudah ada lebih kurang 40 SRA di Cilegon.
“SRA merupakan Program SRA binaan Dindik dan DP3AKB, dimana sesuai arahan dari KEMENDIKBUD setiap daerah memprogramkan 25 persen dari jumlah sekolah harus SRA,” Jelasnya.
Hal senada juga disampaikan Hj. Erminiwati M.Si selaku Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AKKB Provinsi Banten, bahwa SRA merupakan upaya mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak selama 8 jam berada disekolah, melalui upaya sekolah untuk menjadikan sekolah bersih, aman, ramah, indah, inklusif, sehat asri dan nyaman. (Wan/Red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.