Digagas Pemuda : Sanggar Keris Maleton Kelelet Telah Diresmikan
CILEGON – Sanggar Kreatifitas Seni Masyarakat Kelelet Kulon (Keris Maleton) yang beralamat di lingkungan Kelelet Kulon RT03/RW01, Kelurahan Samangraya, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, telah di resmikan pada, Minggu (31/3/2019) malem.
Ketua Sanggar Keris Maleton Mochamad Afandi mengatakan, awal mula didirikannya sanggar ini dimulai dari obrolan kecil para pemuda penggiat seni di Link Kelelet Kulon RT03/RW01, yang melihat tingginya potensi masyarakat yang mempunyai minat dan bakat dalam bidang seni.
Maka agar potensi tersebut tidak hilang dan punah begitu saja, para pemuda akhirnya menggagas didirikannya Sanggar Keris Maleton, agar potensi yang ada bisa tersalurkan.
“Peresmian sanggar bertujuan untuk menjaga kelestarian seni budaya agar tidak punah dan meningkatkan kreatifitas seni, khususnya bagi masyarakat kelelet kulon,” ungkapnya.
Menurutnya, untuk pembuatan sanggar tersebut, dana bersunber murni dari para pemuda.
Meski pernah mengajukan permohonan bantuan ke beberapa instansi, namun hingga saat sanggar diresmikan, belum juga ada respon dari pihak terkait.
“Pernah kita ajukan permohonan permintaan limbah kayu untuk pembuatan sanggar ke salah satu perusahaan di wilayah samangraya dan untuk surat permohonanya disuruh ada tanda tangan lurah samangraya. Kita sudah meminta tanda tangan dari lurah surat permohonannya pun kita sudah layangkan ke perusahaan akan tetapi sampai saat ini belum ada respon kemungkinan tidak di acc,” ucapnya.
Lebih lanjut dikatakannya, pemberian nama Keris Maleton merupakan singkatan dari Kreatifitas Seni Masyarakat Kelelet Kulon.
“Banyak sekali program dari sanggar ini ada seni rupa, seni musik/marawis, qosidah, seni tari, seni teater, kabaret, pelatihan yalil, MC, bahasa inggris dan ada di bidang akademiknya les privat untuk tingkat SD dan lain-lainya,” sambungnya.
“Untuk program sanggar sudah membuat kerajinan kapal-kapalan, alat musik pantun, kursi dan meja dari bambu dan yang lainya akan menyusul secepatnya,” tambahnya lagi.
Sementara itu, Ketua RT setempat, Maryani mengatakan turut bangga dengan para pemuda yang sudah mendirikan sanggar untuk kegiatan masyarakatnya.
“Ini adalah gagasan yang paling bagus dan kreatif dari para pemuda. Karena wilayah kami yang kecil yang di huni sekitar 106 kepala keluarga namun tidak menyurutkan semangat para pemuda dan masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sanggar adalah tempat edukasi pembelajaran bagi masyarakat.
“Saya sampaikan ke seluruh pengurus sanggar agar selalu bersilaturahmi tukar pikiran dengan sanggar-sanggar yang ada di cilegon. Karena sanggar ini masih baru harus belajar dari yang banyak pengalaman. Dan untuk para orang tua agar mendorong dan mensuport sekaligus mengijinkan anak-anakya untuk belajar di sanggar ini,” terangnya. (Rls/Red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.