HARIANBANTEN.CO.ID – Di tengah kawasan industri Kota Cilegon, ada masjid tua yang menyimpan banyak cerita sejarah. Namanya Masjid Al-Khadra, atau lebih dikenal warga dengan sebutan Masjid Gesing.

Masjid ini berdiri sejak 1932. Lokasinya ada di Jalan Kyai Abdullah Ahmad, Gesing, Kelurahan Samangraya, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon.

Bangunan ini jadi saksi bisu perjuangan rakyat Cilegon melawan penjajahan Belanda. Dulu, masjid ini bukan cuma tempat ibadah, tapi juga markas berkumpul para pejuang.

Sampai sekarang, bangunan masjid masih mempertahankan bentuk aslinya. Dindingnya setebal 30 cm terbuat dari batu bata mentah, campuran tanah dan kapur. Pintu dan jendelanya dari kayu model lama, khas bangunan zaman dulu.

Nama “Al-Khadra” sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti hijau atau subur. Maknanya, masjid ini jadi tempat yang menumbuhkan semangat dan harapan.

Kini, Masjid Gesing Al-Khadra masih aktif digunakan. Jamaahnya kebanyakan adalah warga sekitar dan para pekerja dari kawasan industri PT Krakatau Steel Group.

Masjid ini bukan cuma jadi tempat ibadah, tapi juga simbol sejarah dan semangat perjuangan masyarakat Cilegon yang tetap hidup sampai hari ini.

Penulis: Asep Tolet | Harianbanten.co.id