HARIANBANTEN.CO.ID — Untuk mendukung program 100 hari kerja Wali Kota, Robinsar dan Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon menggandeng Fakultas Teknik Sipil Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) dalam memetakan kondisi sarana dan prasarana sekolah (Sarpras) negeri di wilayah Kota Cilegon.

Pada Kamis (17/4/2025) lalu, hasil survei tersebut dipaparkan dalam sebuah ekspose resmi yang digelar di ruang rapat Wali Kota Cilegon.

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Cilegon, Sekretaris Daerah, Asisten Daerah I, Kepala Dindikbud Heni Anita Susila, serta perwakilan dari Bappeda.

Tim ahli Untirta mengungkapkan bahwa dari hasil penilaian, sebanyak 25 sekolah mengalami kerusakan berat, 3 sekolah rusak sedang, dan 144 sekolah mengalami kerusakan ringan. Secara rinci, jenjang TK tercatat memiliki satu sekolah rusak berat dan 15 rusak ringan, sementara di jenjang SD, 21 sekolah rusak berat, 3 rusak sedang, dan 125 rusak ringan. Adapun di jenjang SMP, tiga sekolah tercatat rusak berat dan 13 rusak ringan.

Kepala Dindikbud Kota Cilegon, Heni Anita Susila, mengungkapkan bahwa pemetaan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat perencanaan dan penganggaran sektor pendidikan secara lebih tepat sasaran.

“Data yang didapatkan dari pemetaan ini akan menjadi acuan penting untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan sarana prasarana pendidikan. Kami berharap lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bisa segera terwujud bagi siswa dan guru di Cilegon,” ujar Heni. Selasa (22/4/2025).

Menurutnya, langkah ini juga sejalan dengan misi Pemerintah Kota Cilegon dalam memperkuat infrastruktur pendidikan dasar dan menengah guna memastikan akses pendidikan yang merata dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Cilegon.

“Kerja sama ini berfokus pada pemetaan kerusakan bangunan di 181 sekolah negeri yang mencakup 16 Taman Kanak-kanak (TK), 149 Sekolah Dasar (SD), dan 16 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Survei lapangan berlangsung selama 15 hari, melibatkan tim ahli dari Untirta dan sejumlah mahasiswa yang turun langsung mengamati kondisi fisik sekolah,” pungkasnya.

Penulis: Asep Tolet | HarianBanten.co.id