Fajar: Program 93 Persen Terealisasi, Dampaknya Harus Dirasakan Masyarakat
HARIANBANTEN.CO.ID – Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, menyoroti pentingnya dampak nyata dari program-program pemerintah yang telah dijalankan. Dalam upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional yang digelar di Halaman Kantor Wali Kota Cilegon, Selasa (17/6/2025). Fajar menyebut 93 persen program sudah terealisasi selama 100 hari kepemimpinannya bersama Wali Kota Robinsar.
Meski capaian angka terbilang tinggi, Fajar menekankan bahwa keberhasilan tidak cukup diukur dari persentase semata.
“Dari total program kerja yang dirancang, sudah terealisasi sekitar 93 persen. Tapi angka ini tidak akan berarti apa-apa kalau masyarakat tidak merasakan dampaknya,” kata Fajar dalam sambutannya.
Fajar mengingatkan seluruh ASN (Aparatur Sipil Negara) di lingkungan Pemkot Cilegon untuk terus memperkuat pelayanan publik dan meningkatkan etos kerja. Menurutnya, pelayanan yang optimal harus hadir di setiap lini, mulai dari urusan administrasi hingga kebutuhan dasar warga.
Sentil Soal Disiplin ASN
Dalam momen upacara tersebut, Fajar juga menyoroti soal kedisiplinan ASN, terutama terkait pemakaian atribut dinas seperti pin Korpri dan name tag.
“Saya masih menemukan pegawai yang tidak mengenakan atribut lengkap. Kalau hal sederhana saja tidak ditaati, bagaimana bisa dipercaya menjalankan tugas yang lebih besar?” ujarnya.
Fajar menegaskan bahwa penampilan ASN mencerminkan profesionalisme. Ia pun meminta seluruh pegawai untuk memperbaiki kedisiplinan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan.
Ajak ASN Introspeksi
Momen Hari Kesadaran Nasional juga dijadikan Fajar sebagai ajakan bagi seluruh ASN untuk melakukan evaluasi diri.
“Mari kita introspeksi. Tanyakan pada diri sendiri, sudah seberapa besar kontribusi kita untuk masyarakat?” kata Fajar.
Ia menekankan bahwa ASN bukan hanya pekerja administratif, tapi juga pelayan masyarakat yang harus hadir dalam berbagai fase kehidupan warga, dari kelahiran hingga kematian.
Santunan JKM Diserahkan
Dalam kesempatan itu, Pemkot Cilegon juga menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) dari BPJS Ketenagakerjaan. Santunan sebesar Rp 42 juta diberikan kepada masing-masing ahli waris dari tiga kader Cilegon Mandiri dan tiga RT/RW.
Penulis: Asep Tolet | Harianbanten.co.id



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.