HARIANBANTEN.CO.ID – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan arus mudik di Pelabuhan Merak, Banten, berjalan dengan baik dan terkendali, meski terjadi lonjakan jumlah kendaraan dan penumpang sejak beberapa hari terakhir.

Menurutnya, kondisi ini merupakan hasil dari koordinasi yang baik antar-stakeholder dan pengelolaan lalu lintas yang tepat, sehingga tidak terjadi kepadatan atau kemacetan berarti di pelabuhan.

“Sejak H-10 sudah terjadi lonjakan penumpang dan kendaraan. Namun, berkat kolaborasi semua pihak, arus lalu lintas tetap lancar dari dan menuju pelabuhan,” ujar Menhub Dudy saat meninjau Pelabuhan Merak, Rabu (26/3/2025).

Menhub Dudy mengungkapkan bahwa terjadi pergeseran waktu mudik, di mana sebagian masyarakat memilih mudik lebih awal. Hal ini turut membantu mengurangi kepadatan di Pelabuhan Merak.

Namun, ia tetap meminta seluruh pihak untuk mengantisipasi potensi lonjakan yang diprediksi terjadi pada malam ini hingga H-3 Lebaran.

“Kami mengimbau masyarakat memanfaatkan kebijakan WFA dan diskon tarif tol agar bisa mudik lebih awal, sehingga perjalanan lebih aman dan lancar,” tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Menhub juga mengapresiasi PT. ASDP yang berhasil menyelesaikan perbaikan Dermaga 6 hanya dalam enam hari setelah mengalami insiden pada 17 Maret 2025.

“Sejak tadi malam, Dermaga 6 sudah bisa beroperasi kembali, sehingga kapasitas pelabuhan semakin optimal,” jelasnya.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno turut mengapresiasi sinergi lintas sektor dalam mengelola arus mudik Lebaran tahun ini.

“Terima kasih atas kerja keras semua pihak. Semoga pelayanan mudik tahun ini lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.

Berdasarkan data PT. ASDP, sejak 21-25 Maret 2025, jumlah kendaraan yang menyeberang dari Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara menuju Pulau Sumatra mencapai 60.452 unit, naik 21 persen dibanding tahun lalu yang hanya 50.056 unit.

Sedangkan jumlah penumpang mencapai 264.174 orang, mengalami kenaikan 30 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 203.774 orang.

Sementara itu, jumlah kendaraan yang datang dari Sumatra ke Jawa melalui Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu mencapai 39.075 unit, naik 9 persen dibanding tahun lalu yang berjumlah 35.839 unit. Sedangkan jumlah penumpang mencapai 186.132 orang, naik 20 persen dibanding tahun lalu yang mencapai 154.580 orang.(Red)