Menelusuri Asal-Usul Jawa dan Sunda: Siapa yang Lebih Tua?
HARIANBANTEN.CO.ID – Pertanyaan mengenai siapa yang lebih tua antara suku Jawa dan Sunda kerap muncul dalam diskusi sejarah dan budaya Nusantara. Dua suku besar ini telah hidup berdampingan selama berabad-abad di Pulau Jawa, tetapi kisah asal-usulnya masih menjadi perdebatan hingga kini.
Dalam video yang diunggah kanal YouTube Jejak Prasejarah, dijelaskan bahwa wilayah Pulau Jawa bagian barat, yang kini menjadi tanah kelahiran suku Sunda, diperkirakan terbentuk lebih awal dibanding bagian timurnya yang menjadi wilayah dominan masyarakat Jawa. Proses ini terjadi akibat aktivitas geologis sejak ratusan juta tahun silam.
Meski begitu, asal-usul suku Sunda dan Jawa tidak dapat ditentukan semata dari usia daratan. Penelusuran sejarah mengungkap bahwa kedua suku tersebut berasal dari leluhur yang sama, yaitu ras Austronesia. Ras ini diperkirakan bermigrasi dari wilayah Yunan di Tiongkok menuju Asia Tenggara dalam beberapa gelombang pada masa Neolitikum.
Bahasa yang digunakan oleh kedua suku berasal dari rumpun Austronesia. Ini menjadi petunjuk bahwa leluhur mereka memiliki akar yang sama.
Dua Teori Migrasi
Terdapat dua teori utama yang menjelaskan penyebaran leluhur bangsa Indonesia. Pertama, teori Out of Taiwan yang menyebut bahwa migrasi dimulai dari Taiwan ke Filipina, lalu menyebar ke wilayah Nusantara. Kedua, teori Out of Sundaland yang menyatakan bahwa daratan Sunda, yang kini sebagian besar telah tenggelam adalah pusat awal peradaban Austronesia sebelum migrasi besar akibat perubahan iklim dan bencana alam.
Teori Out of Sundaland mendapat perhatian karena ditopang oleh temuan artefak dan jejak peradaban purba di berbagai wilayah Indonesia yang lebih kaya dibanding kawasan lain di Asia Tenggara.
Beberapa peneliti seperti Prof. Arysio Santos bahkan menyebut bahwa Sundaland adalah benua Atlantis yang hilang, sebagaimana dikisahkan oleh Plato.
Jejak Kerajaan Tertua
Dalam catatan sejarah tertulis, Kerajaan Tarumanegara yang berdiri di wilayah Tatar Sunda menjadi salah satu kerajaan tertua di Nusantara. Sejumlah prasasti seperti Prasasti Tugu, Ciaruteun, dan Kebonkopi menjadi bukti eksistensi kerajaan ini sejak abad ke-5 Masehi.
Di sisi lain, Kerajaan Mataram Kuno yang berakar dari wilayah Jawa Tengah juga menunjukkan kemajuan peradaban yang luar biasa pada abad ke-8 hingga ke-10. Prasasti Sojomerto dan Canggal mencatat nama-nama raja seperti Sanjaya dan Dapunta Sailendra yang menjadi fondasi awal sejarah masyarakat Jawa.
Menariknya, kedua wilayah ini menunjukkan adanya kesamaan budaya, bahasa, dan sistem tulisan yang digunakan. Aksara yang dipakai di prasasti Tarumanegara maupun Mataram Kuno menunjukkan keterkaitan erat antarperadaban.
Tidak Perlu Dipertentangkan
Meski muncul wacana tentang siapa yang lebih tua, narasi sejarah menunjukkan bahwa leluhur masyarakat Jawa dan Sunda pada dasarnya berasal dari satu akar budaya yang sama. Perbedaan yang tampak saat ini merupakan hasil dari proses sejarah yang panjang dan kompleks.
Pertanyaan siapa yang lebih tua mungkin tidak akan pernah mendapatkan jawaban yang pasti. Namun, keduanya merupakan bagian dari mozaik kebudayaan Nusantara yang saling melengkapi?
Penulis: Red | Harianbanten.co.id



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.