Meski Cuaca Buruk Nelayan Nekad Melaut
PANDEGLANG – Sejumlah nelayan yang ada di Kecamatan Panimbang nekad mencari ikan meski di tengah cuaca yang kurang bersahabat, hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang sedang membaik di era new normal.
Ketua HNSI Panimbang, Abdul Azis mengatakan, pihaknya saat ini tetap melakukan aktifitas melaut seperti biasa, meskipun beberapa hari lalu sempat ada badai menerjang perairan di Pandeglang.
“Sejauh ini dari pantauan kami, para nelayan masih melakukan aktifitas melaut seperti biasa, untuk masalah cuaca buruk kalau untuk hari ini memang sedikit agak membaik dari hari sebelumnya, meskipun kemarin sempat ada badai tapi para nelayan tetap melaut dan melengkapi peralatan keselamatannya,” ucapnya kepada Harian Banten, Minggu (19/7/2020).
Menurutnya, semangat para nelayan sudah kembali pulih setelah memasuki era new normal, pasalnya saat ini untuk harga ikan bagi nelayan terbilang bagus, bahkan untuk memenuhi permintaan dan kebutuhan di luar daerah saat ini sudah bisa dilakukan.
“Saya kira para nelayan ini melihat kondisi sekarang sudah berangsur pulih kembali harga ikan di pasarannya, sehingga itu yang membuat nelayan terus melakukan aktifitasnya melaut, untuk masalah permintaan pasar di daerah luar juga kita terus penuhi, bahkan kemarin yang dari Jakarta sampai ikut melaut,” ujarnya.
Ia mengatakan, pada era new normal tersebut, selain harga ikan yang cukup membaik dan mengalami peningkatan sebesar 20 persen, dari sisi produksi ikan juga terbilang cukup banyak. Sehingga para nelayan selalu optimis ketika hendak melaut.
“Memang untuk saat ini nelayan juga sudah mendapatkan bantuan stimulus, sehingga mereka memiliki modal untuk terus melaut, itu juga berpengaruh kepada produksi ikan yang ada di TPI. Kalau bantuan nelayan yang kemarin itu sudah dicairkan semua secara sekaligus sebesar 1,8 juta rupiah melalui Pos Indonesia,” katanya.
Hal hampir senada disampaikan nelayan lainnya, Abek mengatakan, pihaknya saat ini tetap melaut meskipun ada informasi cuaca sedang kurang bersahabat, karena menurutnya para nelayan sudah melengkapi dengan alat perlindungan ketika terjadi hal yang tidak diinginkan.
“Kami juga membaca situasi, adakalanya ketika melaut sedang dalam kondisi cuaca yang baik, kita juga kalau misalnya cuaca sedang kurang baik pasti menambah peralatan,” katanya. (De/red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.