Nilai Rupiah Semakin Anjlok, PB HMI Minta Semua Pihak Bersinergi Untuk Perbaikan Ekonomi
Harianbanten – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah hari ini kian melemah bahkan menyentuh level Rp 14,935/USD. Merespon kondisi ini Ketua Umum PB HMI Repiratori Sadam Al Jihad meminta pemerintah untuk mengantisipasi terjadinya krisis yang bisa saja melanda bangsa Indonesia.
“Kondisi rupiah Rp 14,935 per/dolar itu menandakan Pemerintah tidak becus mengurusi stabilitas perekonomian bangsa ini. Belum lagi terkait mengenai dengan payung hukum tentang pembatasan impor 500 komoditas yang akan di keluarkan oleh Peraturan Menteri Keuangan (PMK),”ungkapnya dalam rilis yang di terima wartawan harianbanten. Rabu (5/9/2018).
Menurut, Ketua Umum PB HMI Repiratori Sadam Al Jihad menilai, Pemerintah dalam hal ini, Kementerian keuangan sangat lamban dan kurang responsif terhadap kondisi perekonomian yang ada.
“Akibat dari merosotnya nilai tukar rupiah PB HMI meminta agar presiden mengevaluasi kinerja setiap kementerian maupun lembaga yang berkaitan dengan perekonomian, kita butuh sinergitas baik BUMN, BI, OJK, Kementerian keuangan maupun kementerian koordinator Bidang perekonomian,”terangnya.
Sementara itu Ketua Bidang Ekonomi pembangunan PB HMI Hadi Rusmanto mengatakan, ini karena kurang adanya sinergitas antara satu lembaga dengan lembaga yang lainnya, bukan saja eksekutif, bahkan legislatif seakan diam untuk memanggil kepala Negara kita, jika kinerja pengawasan khususnya Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan ( KOREKKU ) yang membidangi ruang lingkup tugas Komisi XI dan Badan Anggaran tanpa kabar apapaun.
“Ini jangan sampai Presiden maunya ke kiri, yang lainnya ingin ke kanan. DPR RI kita khususnya yang membidangi Bidang Ekonomi malah larinya sendiri. Jika kondisi ini terus begini, alhasil perekonomian bangsa indonesia bisa seperti tahun 1998, harus ada partisipasi aktif semua elemen agar memikirkan bersama dan tentunya kondisi seperti ini bukan ajang waktunya untuk kita saling menyalahkan, tetapi menjadi bahan evaluasi agar semua memikirkan kebaikan bangsa indonesia khususnya menegai perekonomian kita. Semisal Ekspor yang seharusnya di konvenversi ke rupiah jangan tetap di pertahankan untuk agar menjadi US dollar, the great rotation ini juga seharusnya perlu diantisipasi sejak dini agar meminimalisir menimpa kerugian Bangsa kita,”ujarnya.
“Di mana banyak dana asing masuk ke emerging market. Belum lagi pembangunana infrastuktur yang seharusnya pemerintah melihat defisit negara malah kebabalasan, sangat di sayangkan kalau kondisi ini terus- di biarkan tanpa kontrol dari lembaga Legislatif ke Eksekutif, sudah saatnya perlu ada dorongan masyarakat sipil agar semua saling kontrol menuju pemerintah yang bersih,”tendasnya.(*)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.