Pengunjung THM Star Queen Jadi Korban Pengeroyokan
SERANG – Jefri (38), warga Lingkungan Kaligandu, Kelurahan Purwakarta, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon pada Selasa (5/3/2019) dini hari bermaksud menjemput temannya di salah satu Tempat Hiburan Malam (THM) yang berada di Jalur Lingkar Selatan (JLS), tepatnya di Desa Harjatani, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang.
Namun, nasib naas harus dialami Jefri kala ia duduk di salah satu meja hall dan bermaksud menyapa seseorang yang dikira temannya.
Saat Jefri duduk di meja hall bersama temannya, lewat seorang pria mengenakan kaos berwarna merah.
“Saya pegang perut pria yang lewat itu, saya kira temen saya,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon.
Namun, kejadian salah panggil tersebut nampaknya ditanggapi berbeda oleh pria berkaos merah dan kawan-kawannya.
Melihat ada gelagat yang tidak baik, Jefri berusaha untuk tidak meladeni kawanan pengunjung yang terlihat sudah mabuk tersebut.
Namun usaha Jefri tidak berhasil karena salah seorang rekan dari pria berkaos merah menarik Jefri dan tanpa basa-basi langsung melayangkan pukulan bertubi ke wajah dan tubuh Jefri.
“Saya didorong dan langsung dipukulin disitu sama orang. Ada banyak sekitar sepuluh orang,” ungkapnya.
Akibat pengeroyokan tersebut, wajah Jefri kini penuh dengan luka lebam terutama dibagian mata.
Dari informasi yangdihimpun, peristiwa pengeroyokan itu terjadi sekira pukul 02.15 WIB.
Diakui Jefri, dirinya saat itu belum sempat minum dan tidak dalam kondisi mabuk.
Setelah keributan berlangsung selama kurang lebih lima menit, sambung Jefri, manajer Starqueen Iman berhasil melerai pengeroyokan.
“Kata pak Iman sudah Jef tolong hargai saya (Iman-red), saya langsung lemes disitu,” kata Jefri menirukan suara Iman.
Jefri mengungkapkan, usai pengeroyokan di dalam hall, Jefri langsung dibawa keluar oleh pengelola THM, dan tidak berselang lama datang salah seorang pria yang tidak dikenal dan meminta maaf kepadanya.
“Kang saya minta maaf ya, karena sudah mukul kakang,” ungkap Jefri menirukan suara orang yang meminta maaf.
Iman yang merupakan manajer di tempat tersebut mengaku tidak mengetahui secara jelas apa penyebab pengeroyokan tersebut.
Dirinya juga mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa yang melakukan pemukulan terhadap Jefri sampai matanya tidak bisa melihat.
“Namanya juga orang banyak saya tidak tahu siapa yang melakukan pemukulan kepada Jefri, tapi saya akan berusaha mencari orang tersebut,” ujar Iman melalui sambungan telepon. Sabtu (9/3/2019).
Iman mengaku siap, jika proses hukum akan dilaksanakan, karena ketidakpuasan Jefri setelah dipukul oleh orang yang tidak dikenal di dalam tempat hiburan malam yang di kelolanya.
“Silahkan jika mau di proses secara hukum enggak apa-apa. Saya tidak akan menutup-nutupi hal ini, jika memang bersalah silahkan,” pungkas Iman. (Sep/Red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.