SERANG – Delapan mobil bus diisi oleh warga Pulau Sangiang dan beberapa warga dari Desa lainnya. Mereka hendak berangkat ke Jakarta dalam aksi massa Hari Tani Nasional yang digelar oleh Akiansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) 24 September 2018.

Mereka akan bergabung dengan para petani dari Banten, Jawa Barat dan beberapa daerah lainnya. Tak hanya para petani, organisasi yang berafiliasi dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) akan bergabung. Seperti Front Mahasiswa Nasional (FMN), Pembaru Indonesia, Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI), Serikat Demokrarik Mahasiswa Nasional (SDMN).

Muhib, Ketua Agra Wilayah Banten mengatakan, tuntutan kali ini ialah menuntut dilaksanakannya reforma agraria sejati, bukan reforma agraria palsu yang dilakukan oleh pemerintah Jokowi.

“warga Pulau Sangiang memiliki empat tuntutan dalam aksi hari tani ini. Pertama, kembalikan status tanah ulayat. Kedua, cabut SK menteri kehutanan no 55/KPTS-II/1993. Ketiga, cabut HGB PT. Pondok Indah Kalimaya Putih (PKP). Keempat, hentikan intimidasi pemanggilan warga Pulau Sangiang oleh Polda Banten” katanya. (Rls/Red)