Syekh Siti Jenar Tantang Sabdo Palon: Mampukah Ia Temukan Kebenaran Sejati?
HARIANBANTEN.CO.ID – Kisah spiritual legendaris dari Tanah Jawa kembali mencuat lewat pertemuan dua tokoh mistis: Syekh Siti Jenar dan Sabdo Palon. Dalam sebuah video yang diunggah kanal YouTube Legenda Prabu, kisah ini dikupas secara mendalam dan penuh nuansa mistik yang memancing rasa penasaran.
Syekh Siti Jenar, atau yang dikenal juga sebagai San Ali Ansar, merupakan sosok ulama kontroversial pada abad ke-14. Meski dikenal sebagai penyebar ajaran Islam di kawasan Demak dan sekitarnya, Jenar ternyata sempat dilanda kebimbangan tentang kebenaran sejati yang ia yakini.
Demi menemukan jawaban, ia menempuh perjalanan ke jantung budaya Majapahit yang saat itu masih sangat kental dengan ajaran Hindu-Buddha. Tujuannya: menantang Sabdo Palon, seorang pertapa sakti Majapahit yang dikenal sebagai penjaga spiritual tanah Jawa.
Dalam pertapaan yang tenang dan penuh aura magis, Sabdo Palon tidak menolak kedatangan Jenar. Bahkan ia dengan santai mempersilakan sang ulama menyampaikan ajarannya kepada para pengikut. Namun anehnya, tak satu pun dari mereka terlihat tergugah. Semua hanya mengangguk diam.
Di situlah kegalauan dalam diri Syekh Siti Jenar mulai memuncak. Ia mulai meragukan ajaran yang selama ini ia yakini mutlak benar. Apalagi saat Sabdo Palon berkata, “Tanyakan saja kepada Tuhanmu, jika kau tak percaya aku telah bertemu-Nya.”
Ucapan itu membuat Jenar terdiam.
Puncak kisah terjadi saat Syekh Siti Jenar bersujud selama 7 hari 7 malam dalam keheningan hutan pertapaan. Ketika sadar, ia merasa jiwanya telah melewati dimensi lain, memasuki alam tanpa bentuk yang disebut sebagai ‘keheningan mutlak’.
Sabdo Palon kemudian membangunkan sang ulama dan membimbingnya pada pemahaman baru: bahwa kebenaran tidak tunggal dan manusia harus melampaui sekat keyakinan demi mencapai kedamaian sejati.
Dari titik ini lahirlah ajaran kontroversial “Manunggaling Kawula Gusti”, yakni penyatuan antara manusia dan Tuhan, yang kemudian menjadi ajaran khas Syekh Siti Jenar dan menyebar luas di Jawa.
Penulis: Asep Tolet | Harianbanten.co.id



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.