SERANG – Warga di sekitar Jalan Raya Ciracas Kota Serang, geram dengan sejumlah pemuda yang yang ugal-ugalan saat konvoi dengan maksud membangunkan sahur.

Tindakan berlebihan dari sejumlah pemuda itu pun akhirnya mendapatkan reaksi yang tidak terduga dari warga sekitar, hingga akhirnya terlibat bentrok.

Puluhan warga yang merasa terganggu dengan puluhan pemuda yang konvoi menggunakan sepeda motor di sekitar tempat tinggal mereka, melakukan aksi dengan menegur para pemuda untuk tidak menggeber suara motornya dengan keras.

Namun teguran tersebut tidak digubris dan pemuda yang melakukan konvoi justru terlihat arogan dan menantang warga untuk duel.

Dari rekaman video yang beredar di media sosial Instagram akun dari @infobanten terlihat puluhan pemuda remaja menghadang puluhan pemuda lain yang sedang konvoi menggunakan sepeda motor di Jalan Raya Ciracas, Kota Serang.

Puluhan remaja terlihat memakai sarung yang di gulung sebagai senjata untuk menyerang kelompok lain.

Tidak berlangsung lama Petugas kepolisian yang sedang patroli cipta kondisi datang ke lokasi dan berhasil mengamankan sejumlah remaja yang di duga terlibat aksi tawuran tersebut.

Sebanyak 28 Remaja yang di amankan dilakukan pemeriksaan oleh petugas karena dikhwatirkan membawa senjata tajam untuk di gunakan tawuran.

Menurut keterangan sejumlah remaja ini merasa terganggu dengan adanya remaja konvoi menggunakan sepeda motor untuk Saur On The Road.

Namun niat mereka untuk membubarkan kelompok remaja lain malah berakhir dengan aksi saling serang.

Kanit Turjawali Satshabara Polres Serang Kota, Ipda Riswijaya mengungkapkan pihaknya mendapatkan info dari masyarakat bahwa ada se-grombolan pemuda yang sedang Konvoi di wilayah benggala.

“Ada info dari Masyarakat. Kami menuju ke TKP (Tempat kejadian Perkara), ditemukan rombongan dari lopang pemuda, yang telah konvoi dan bentrok dengan pemuda ciawi-kebonjahe. Kami antisipasi hal-hal tawuran ini, agar tidak terjadi bentrokan dengan masyarakat,” ungkapnya ke awak media di Mapolres Serang Kota, Rabu (8/5/2019).

Ipda Riswijaya juga mengatakan bahwa remaja yang terlibat bentrok tersebut tidak di temukan adanya senjata tajam.

Para remaja tersebut, lanjutnya, hanya menggunakan sarung yang dililit.

Kemudian masih katanya, untuk mengantisipasi hal yang tidak di inginkan remaja tersebut di amankan di Mapolres Serang Kota untuk menunggu orang tua mereka menjemput.

“Tidak ditemukan senjata tajam, tapi sarung yg dililit untuk menghadang pengendara sepeda motor. Kita serahkan ke satreskrim polres Serang Kota untuk diberikan pembinaan ke orang tua nya,” tandasnya. (Ian/Sep/Red)