PANDEGLANG – Sejumlah tokoh ulama dan berbagai organisasi masyarakat berkumpul mendeklarasikan diri untuk menolak RUU haluan ideologi Pancasila (HIP) di Alun-alun Menes, Rabu (15/7/2020).

Deklarasi tersebut dihadiri berbagai organisasi Islam, mulai dari Mathla’ul Anwar, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Pemuda Pancasila, BPPKB, TTKDH, dan berbagai perwakilan dari pondok pesantren yang ada di seluruh Pandeglang.

Dari pantauan di lokasi, peserta yang mengikuti deklarasi tersebut mencapai ribuan orang, bahkan memadati setiap sudut Alun-alun Menes.

Salah seorang tokoh masyarakat Menes, Aap Aptadi mengatakan, pihaknya menolak keras pembahasan RUU HIP dilanjutkan, hal itu dikhawatirkan akan melunturkan nilai-nilai keutuhan NKRI.

“Saya kira, persoalan rancangan undang-undang haluan ideologi Pancasila ini bukan hanya ditunda, namun dibatalkan, kemudian persoalan PKI itu yang lebih bahaya adalah bahaya laten yang mengancam, selain itu juga organisasi tanpa bentuk yang ada di sekiliking kita, ini bisa mengancam keuuthan NKRI,” kata Aap dalam orasinya, Rabu (15/7/2020).

Ia menyebutkan berbagai organisasi yang berkumpul dalam deklarasi siap turun ke Jakarta untuk melakukan aksi, bahkan masalah keputusan yang akan dikeluarkan harus dibatalkan.

“Perlu kita ketahui bersama, bahwa masalah persoalan PKI itu bisa saja mereka yang memberikan usulan itu termasuk organisasi tanpa bentuk, pokoknya kita akan turun langsung mengawal pembatalan ini,” katanya.

Sementara itu, masih di lokasi yang sama, perwakilan pemuda Muhammadiyah, Ilma Fatwa mengatakan, dirinya meminta pembahasan RUU ini dibatalkan, bahkan dirinya mengancam akan melakukan revolusi dan turun aksi di Jakarta apabila tetap dilanjutkan.

“Kami bersama para tokoh ulama yang ada di seluruh Pandeglang, siap menolak pembahasan RUU ini, karena ini jelas mengancam keutuhan NKRI, kalaupun memang ini dilanjutkan, jalan satu-satunya adalah revolusi,” ucapnya. (De/red)