Wakil Wali Kota Cilegon: Bank Sampah Berkah 02 Bukti Nyata Sampah Bisa Bernilai
HARIANBANTEN.CO.ID – Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.
Menurutnya, pengelolaan sampah yang baik tidak hanya menjaga kebersihan kota, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
“Saya berharap semakin banyak warga yang terlibat dalam pengelolaan sampah yang bijak dan berkelanjutan,” ujar Fajar saat membuka acara Pembagian Saldo dan Sembako bagi Nasabah Bank Sampah Berkah 02 di Link. Penauan, RT 002 RW 001, Kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan, Selasa (11/3/2025).
Dalam kesempatan itu, Fajar mengapresiasi inisiatif Bank Sampah Berkah 02 yang telah berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan sampah.
“Acara ini bukan hanya sekadar pembagian saldo dan sembako, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap lingkungan serta upaya nyata dalam pemberdayaan masyarakat,” tuturnya.
Lebih lanjut, Fajar menilai Bank Sampah Berkah 02 sebagai contoh sukses bagaimana pengelolaan sampah yang terstruktur dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga lingkungan Kota Cilegon.
“Kami sangat mengapresiasi upaya Bank Sampah Berkah 02. Program seperti ini sangat membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah,” tambahnya.
Ketua Bank Sampah Berkah 02, Samsul Arifin, menjelaskan bahwa program ini telah berjalan selama empat tahun dan bekerja sama dengan industri setempat seperti Krakatau Posco.
“Saat ini, kami memiliki 117 nasabah, yang berarti 99% masyarakat sekitar tidak lagi membuang sampah sembarangan dan mulai menyadari bahwa sampah memiliki nilai ekonomi,” ungkapnya.
Dengan adanya program seperti Bank Sampah Berkah 02, diharapkan semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya pengelolaan sampah dan manfaat ekonomi yang bisa didapatkan. Pemerintah Kota Cilegon juga berkomitmen untuk terus mendukung program-program yang mendukung kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan. (ASEP/Red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.