TANGERANG – YPI Nurul Falah, Talok Kresek, Kabupaten Tangerang, adakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2019. MPLS bertujuan untuk tumbuh kembang pendidikan madrasah yang berkarakter dan bermartabat, Minggu (21/7/19).

Malik Fatoni Kepala YPI Nurul Falah mengatakan, sebagaimana amanat Undang-Undang, kegiatan MPLS sudah tidak boleh lagi ada pola-pola kekerasan dan perpeloncoan.

“MPLS yang dilaksanakan diupayakan dalam tiga prinsip dasar pelaksanaan, kreatif, inovatif dan edukatif.” ucapnya

Menurutnya satu bentuk inovasi dari kegiatan MPLS ini, penyampaian materi-materi pokok dari pembicara yang berkualitas dan pakarnya. Di samping tetap masih memberdayakan potensi dari guru-guru yang ada.

“Materi tentang pendidikan karakter, motivasi belajar dan Penyalahgunaan Miras dan Narkoba,” ujarnya.

Budi Ilham praktisi dan pakar pendidikan berkarakter Banten mengatakan, kegaiatan MPLS menekankan pentingnya pendidikan dan penguatan dalam belajar.

“Belajar bukan hanya mengubah orang bodoh menjadi pintar, tapi lebih jauh dari itu belajar adalah pola merubah pribadi dari yang tadinya tidak baik menjadi baik. Dari yang tadinya bukan siapa-siapa menjadi terhormat dan bermartabat. Yang tadinya sama sekali tidak punya mimpi dalam hidup menjadikanya mimpi sebagai sebuah kenyataan. Kehidupan ini diibaratkan oleh sebuah proses dari sesuatu yang ada menjadi apa, bukan sesuatu yang ada menjadi apa adanya. Srekor rajawali penguasa angkasa yang gagah tidak akan bisa berbuat apa-apa, manakala selama proses dalam perjalanan kehidupannya, hanya mengikuti pola hidup seekor ayam yang dulu berjasa telah mengerami telor rajawali itu,” tuturnya.

Sementara menurut Indra Marta Rusmana penggiat pendidikan dan motivator menyampaikan hal- hal penting dalam materi tentang motivasi dalam belajar.

“Ketika seorang Siswa sudah memilih untuk melanjutkan pendidikan, maka didalam hidupnya sudah ada impian dan tujuan yang harus dicapai. Oleh karena itu, melanjutkan pendidikan adalah sebuah usaha agar segala potensi, bakat dan kemampuan yang dimiliki oleh kita sebagai manusia dapat dikembangkan dan disiapkan untuk mencapai tujuan hidup kita” tukasnya.

Indrapun menambahkan Sekolah sebagai pendidikan formal memiliki aturan tersendiri dalam belajar.

Suhendrik Ketua Panitia MPLS yang juga Pembina Kesiswaan mrngatakan, senang dan bangga bahwa kehadiran dua. Keduanya memberikan nilai tambah dan penguatan bagi pondasi yayasan, untuk terus berinovasi dan berupaya mengembangkan segala potensi bagi kemajuan madrasah yang bermartabat.

“Saya senang sehingga hal ini ikut membantu meminimalisir stigma yang masih berkembang di masyarakat. Bahwa belajar di madrasah sudah ketinggalan zaman dn lain sebagainya,” imbuhnua.

Menurutnya Kegiatan MPLS yang berlangsung selama tiga hari, memberikan kesan dan makna tersendiri di tengah arus pergaulan pelajar dan pergulatan dunia pendidikan saat ini.

“Semoga semua murid bisa fokus belajar, bisa memilah mana yang baik dab yang buruk. Sehingga implentasinya ilmunya dapat bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, agama, nusa, dan bangsa,” pungkasnya. (hmj/red)