PANDEGLANG – Lembaga pendidikan Insan Cendikia Mathla’ul Anwar (ICMA) Kabupaten Pandeglang berencana akan menjadikan masjid yang ada di lingkungan sekolah untuk menjadi tempat wisata religi, karena dibuatnya gedung ICMA dan Insan Cendikia Hermansyah (ICH) untuk masyarakat Kabupaten Pandeglang.

Ketua Yayasan ICMA, Hj. Serli Andriani mengatakan, selain mengembangkan lembaga pendidikan tingak Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT), pihaknya saat ini telah membangun masjid yang cukup nyetrik khas timur tengah untuk dijadikan wisata religi.

“Kami sebagai lembaga pendidikan yang berbasis keagamaan, pertama ingin menepis tentang tudingan yang beredar, saat ini kami tengah focus melakukan pembangunan masjid dengan kuba emas, nantinya masjid ini kami akan buat untuk menjadi masjid umum dan menjadi temoat wisata religi, jadi jika ingin melihat Masjid Kuba emas bisa tinggal kesini,” ucapnya, Selasa (28/7/2020).

Ia mengatakan, masjid yang saat ini dibuat tersebut dirancang dan didesain oleh dirinya dan suami, yang mengambil tema masjid yang ada di seluruh dunia sesuai pengalamannya menemukan interior masjid dan eksterior masjid.

“Jadi kuba yang dilapisi emas ini, memang kita akan jadikan lapisan emas, masjid ini kami buat sangat sulit sekali mencari asitekturnya, sehingga kami hanya bisa mendesain sendiri, kami gabungkan arsitektur ketimuran dan diterapkan di masjid yang kami buat ini,” katanya.

Menurutnya, setelah masjid tersebut sudah selesai, akan betu;-betul dibuka untuk umum dan dibuka selebar-lebarnya untuk kepentingan umum, sebab saat ini sudah banyak masukan yang diberikan kepada lembaga tersebut.

“Kami terus meminta masukan kepada masyarakat harus seperti apa, karena kami buat gedung ini tentunya semata-mata untuk kepentingan umat, saya tidak memiliki kepentingan apapun, oleh karenanya kami buat masjid ini untuk kepentingan umat saja tidak menambil sisi keuntungan sepeserpun,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh sang suami, Hj. Hermansyah mengatakan, dirinya membuat masjid tersebut akan diberikan kebebasan kepada masyarakat untuk menggelar kegiatan keagamaan, sebab tujuan dirinya membuat masjid tersebut bukan hanya untuk tempat ibadah, namun juga untuk kepentingan dan kegiatan umat.

“Untuk menaranya kami buat setinggi 27 meter, arsitektur dan ornament yang kami terapkan ini beraroma macam-macam masjid ala timur tengah, kami apikasikan kepada masjid ini, misalnya ketika melihat pintunya kita akan merasa melihat pintu masjid nabawi, kubanya kuba emas, ini semuanya untuk masyarakat, bahkan pengguna jalan yang ingin mampir kesini juga diperbolehkan,” ucapnya. (De/red)