CILEGON – Ketidakterlibatan anggota Baperjakat Kota Cilegon, menambah panjang masalah mutasi dan rotasi pejabat eselon III dan IV beberapa waktu lalu. Isu adanya permintaan sejumlah uang juga ikut mewarnai mutasi tersebut. Hal itulah yang menimbulkan kegaduhan di Cilegon. Hampir setiap hari persoalan mutasi menjadi pembicaraan di tengah-tengah pegawai Pemkot Cilegon.

Salah satu pejabat eselon II yang juga anggota Baperjakat pada beberapa waktu lalu dengan gamblang mengungkapkan kekecewaannya. Ia mengaku tidak diajak bicara sama sekali, padahal dirinya adalah anggota Baperjakat.

“Saya sama sekali tidak tahu-menahu. Saya hanya diajak bicara sekali, itupun sifatnya hanya pemberitahuan bahwa akan ada mutasi. Setelah itu saya tidak tahu,” tutur pejabat eselon II yang tidak mau disebutkan namanya itu.

Sementara itu, terkait dengan isu adanya “sogokan” dalam proses mutasi dibantah oleh Kepala BKPP, Mahmudin. Ia menegaskan tidak ada permainan uang dalam mutasi itu. Ia bahkan meminta agar siapapun yang mendengar isu itu untuk melaporkan pada dirinya.

“Isnya Allah tidak ada. Kalau memang ada silahkan tunjuk dan ungkap saja. Saya jauh dari tudingan itu. Insya Allah saya sudah cukup,” kata Mahmudin.

Dia mengaku berterima kasih jika ada bukti bahwa jajaran di BKPP yang digawanginya itu main curang.

“Saya sangat berterima kasih jika ada yang mau menunjukkan siapa orang BKPP yang main uang dalam mutasi. Saya akan panggil dan akan tindak,” pungkasnya. (Red)